0%
Bersabar ya. Jengyuni lagi nyiapin teh, kopi, dan kacang rebus untukmu.

Berencana Wisata Jogja,
Coba Kunjungi 4 Candi Ini.
Pasti Seru !

Wisata Jogja

Berencana Wisata Jogja,
Coba Kunjungi 4 Candi Ini.
Pasti Seru ! – Liburan itu mengasikkan. Ada berbagai alasan kenapa semua orang mesti meluangkan waktu untuk melakukannya.

Ketika sebagian besar waktu harian sudah penuh dengan rutinitas perkerjaan yang seolah tak ada habisnya, maka liburan adalah cara paling efektif untuk mengimbanginya.

Bukan membuang waktu percuma, liburan justru menjadi cara paling rasional menjaga pikiran tetap produktif karena liburan memunculkan berbagai inspirasi baru.

Di sana-sini, tak jarang pula banyak orang yang mengeluh atas beban berat kehidupan. Tak segan mereka malah protes keadaan itu dan merasa Tuhan tidak adil.

Nah, percayalah bahwa liburan dapat menjadi detoksifikasi pikiran dalam menghadapi berbagai tekanan dan beban hidup tersebut.

Ada keindahan, ada teman baru dan ada rahmat Tuhan di luar sana yang bakal menjaga pikiran tetap waras dan menjadi pribadi yang pandai bersyukur atas apapun yang Tuhan berikan.

Jadi tunggu apalagi, siapkan travel bag kamu dan liburanlah.

Apalagi akhir tahun seperti ini adalah momen yang tepat untuk liburan. Bisa sendiri, bersama keluarga atau dengan orang-orang terkasih.

Kemana ?

Ah, suka-suka kamu mau kemana saja.

Tetapi kalau kamu berencana liburan edukatif dengan mengunjungi candi, tempat bersejarah dan budaya, datang saja ke Jogja.

Bukan rahasia lagi kalau wisata Jogja adalah salah satu destinasi wisata terbaik nasional bahkan internasional.

Tak hanya pantai, Malioboro dan keraton, Jogja juga mempunyai berbagai wisata ikonik yang istimewa yakni candi-candi peninggalan jaman kerajaan Hindu dan Budha.

Jogja tak akan pernah membuat kamu bosan untuk mengunjunginya.

Saya punya rekomendasi 4 (empat) candi yang bisa kamu kunjungi selama liburan di Jogja dalam satu hari. Ini dia.

Tempat Tinggal Saya

Candi Prambanan

Candi Sambisasi

Candi Boko

Candi Ijo

UTARA

dari arah Jogja Kota

dari arah Klaten / Solo

Wisata Jogja

Kalau kamu sebelumnya menginap di tengah kota Jogja, ada baiknya kalau candi pertama yang kamu kunjungi adalah Candi Sambisari.

Lokasinya memang paling dekat dari arah kota Jogja.

Candi Hindu ini berada di Desa Sambisari, Purwomartani, Kalasan. Sekitar 12 km ke arah Timur dari pusat kota Jogja, hanya beberapa ratus meter dari Bandara Internasional Adi Sucipto belok ke arah kiri.

Akses jalan ke candi yang ditemukan pertama tahun 1966 ini cukup baik, walaupun tidak terlalu lebar tetapi cukup untuk simpangan dua mobil.

Tempat parkir pun relatif luas dan nyaman untuk mobil maupun kendaraan bermotor.

Apa yang menarik dengan candi yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung dari Kerajaan Mataram Hindu (812-838 M) ini ?

Yang menarik itu karena lokasinya berada pada kedalaman 6,5 meter di bawah tanah akibat letusan Gunung Merapi yang dahsyat di tahun 1006.

Pemugaran dan rekonstruksi ulang yang dilakukan oleh Badan Arkeologi pada tahun 1987, tetap mempertahan posisi candi pada kedalaman tersebut.

Setelah kamu beli tiket masuk sebesar Rp 5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000 untuk wisatawan mancanegara, di komplek candi yang lebarnya hanya 15,65 x 13,65 m dengan badan utama candi seluas 5 x5 m ini, kamu bisa langsung bisa membuat komposisi foto yang instagramable karena setiap sudutnya menawarkan keindahan.

Nah, kalau kamu datang pagi-pagi ke candi ini, kamu bisa menyaksikan sunrise yang indah.

Udaranya juga bersih dan segar banget. Bahkan terkadang lingkungan candi diselimuti kabut putih tipis yang akan membuat kamu merasa berada di peradaban masa lampau, jaman kerajaan tempo dulu.

Di waktu-waktu tertentu, kamu bisa ketemu langsung dengan Mbah Karyowinangun. Beliau akan senang hati bercerita asal mula beliau menemukan candi ini hingga proses pemugarannya.

Tetapi kalau tidak ketemu, kamu bisa masuk ke gedung informasi yang berada di belakang gedung ticketing.

Di gedung itu kamu bisa mendapatkan berbagai informasi tentang candi Sambisari dan berbagai hal.

 

Nah, setelah puas jalan-jalan dan perut merasa lapar, kamu bisa mampir ke warung-warung makan yang ada di sekitar candi.

Tenang saja. Harga makanan dan minuman di tempat ini normal-normal saja, tidak ada perilaku “pukul harga”, di hari biasa atau musim liburan.

Tapi kalau kamu penasaran dengan soto Mbah Karto yang setiap hari dikunjungi ratusan pembeli dari seluruh Indonesia, kamu tinggal jalan kaki ke arah utara 200 meter.

★★★★★

Akses ke lokasi

★★★★★

Kebersihan

★★★★★

Harga Tiket

★★★★☆

Tempat Parkir

★★★★★

Harga Makanan

Wisata Jogja

Lepas dari candi Sambisasi, kamu bisa langsung menuju ke candi Prambanan. Jarak kedua candi adalah 8.2 km yang bisa ditempuh dalam waktu 18 menit.

Kalau kamu berencena wisata jogja, memang tak lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi candi Prambanan.

Candi ini merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia dan menjadi salah satu Warisan Budaya Dunia Unesco sekaligus salah satu candi paling indah di Asia Tenggara.

Mempunyai status sebagai yang terindah, candi yang menurut prasasti Siwagrha dibangun pada masa kerajaan Medang Mataram atau sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan ini, selalu ramai pengunjung.

Candi Prambanan ini terletak di lingkungan Taman Wisata Prambanan, tepatnya di Desa Prambanan Kecamatan Bokoharjo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten. 

Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau dari berbagai arah karena berada persis dipinggir jalan Solo-Jogja km 17 Bokoharjo, Prambanan, Sleman.

Uniknya, walaupun letaknya di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, namun pintu masuk ke kompleks candi ini justru terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan yang masuk wilayah Kabupaten Klaten.

Kamu juga mesti tahu kalau Candi Prambanan mempunyai luas sekitar 39,8 hektar dan merupakan komplek candi-candi, jadi bukan hanya satu. Kalau ditotal jumlahnya mencapai 240 candi.

Perinciannya adalah 3 Candi Trimurti (candi Siwa, Wisnu, dan Brahma), 3 Candi Wahana (candi Nandi, Garuda, dan Angsa) dan 2 Candi Apit yang berada diantara barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi utara dan selatan. 

Candi-candi lainnya adalah 4 Candi Kelir yang terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman dalam, 4 Candi Patok yang terletak di 4 sudut halaman dalam serta 224 candi Perwara yang tersusun dalam 4 barisan konsentris dengan jumlah candi berturut-turut dari barisan terdalam hingga terluar adalah 44, 52, 60, dan 68.

Kamu bisa menikmati berbagai pertunjukkan dan atraksi di candi Prambanan ini dari mulai naik gajah, kereta kelinci, nonton sendratari hingga berkunjung ke museum.

Jika kamu berkunjung saat musim kemarau, kamu bisa menikmati pertunjukan sendratari Ramayana di panggung terbuka Trimurti dengan latar ketiga candi dewa yang dihiasi oleh lampu lampu.

Pertunjukan ini bisa disaksikan mulai pukul 20.00 – 22.00 WIB. Tetapi, jika musim hujan seperti saat ini, pertunjukan akan dipindahkan ke panggung tertutup.

Sebagai destinasi wisata kelas interasional, tentu saja Candi Prambanan mempunyai fasilitas pendukung yang sangat memadai.

Baik pengunjung dengan mobil pribadi atau rombongan yang menggunakan bus, tersedia tempat parkir luas dan aman yang mampu menampung ratusan kendaraan.

Begitu pula dengan tempat ibadah bagi pengunjung muslim, candi Prambanan juga mempunyai masjid yang cukup besar bagi pengunjung muslim yang ingin melaksanakan sholat.

Toiletnya juga bersih dan jumlahnya cukup banyak. Jadi, kamu tidak perlu kwatir kalau saat lagi asik-asiknya menikmati keindahan candi tiba-tiba pengin buang air.

Di komplek Candi Prambanan ini juga ada banyak restoran dan tempat-tempat makan untuk mengisi perut bila lapar.

Walaupun harganya relatif lebih mahal dibanding Candi Sambisari, namun masih tergolong wajar, sebanding dengan kelasnya sebagai destinasi internasional.

Untuk harga tiket, kamu cukup merogoh kocek Rp 40.000 per orang untuk dewasa dan Rp. 20.000 untuk anak-anak.

Sedangkan untuk wisman, harga tiket dipatok dengan harga $25 untuk dewasa dan $15 untuk anak-anak.

Karena luasnya, ada baiknya kalau kamu menggunakan alas kaki yang nyaman, sunglass dan bawa barang seminim mungkin.

Jika harus berkunjung siang hari, bawalah payung untuk menghindari terik matahari.

★★★★★

Akses ke lokasi

★★★★★

Kebersihan

★★★★☆

Harga Tiket

★★★★★

Tempat Parkir

★★★★☆

Harga Makanan

wisata jogja
Candi ketiga dalam rangkaian wisata Jogja dalam waktu sehari adalah Candi Boko (Situs Ratu Boko). Jaraknya hanya 5 km atau bisa ditempuh dalam waktu hanya 13 dari Candi Prambanan.

Lokasinya berada berada di Dukuh Dawung Desa Bokoharjo dan Desa Sambireko Kecamatan Prambanan yang masuk wilayah kabupaten Sleman.

Berbeda dengan peninggalan purbakala lain di masa Jawa Kuno yang umumnya berbentuk bangunan keagamaan, situs Ratu Boko merupakan kompleks profan lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian hingga pagar pelindung.

Menelusuri satu demi satu bagian-bagian situs yang saling terpisah di hamparan tanah lapang seluas 25 ha ini, kamu pasti akan terkagum-kagum dan serasa terlempar kembali ke masa lalu, bak berada di negeri dongeng. 

Seperti halnya Candi Sambisari dan Prambanan, situs Keraton Ratu Boko juga destinasi wisata yang instagramable.

Kalau kamu menggemari seni fotography dan tertantang membuat karya foto artistik dan epik, di sinilah tempatnya. Jangan heran kalau situs ini sangat difavoritkan oleh para calon pengantin dari berbagai daerah untuk lokasi foto pra wedding yang sempurna.

Ada banyak sekali spot-spot foto terbaik di situs Ratu Boko ini yakni Gerbang masuk, Candi Batukapur, Candi Pembakaran, Paseban Agung, Pendopo Utama, Keputren dan Gua Lanang dan Gua Wadonyang letaknya di lereng bukit.

Kalau kamu berencana ke candi ini menggunakan kendaraan pribadi, pertimbangkan menggunakan kendaraan yang sehat karena candi ini berada di ketinggian 196 m dari permukaan laut.

Akses jalan relatif bagus, tetapi cukup menanjak dan perlu kehati-hatian.

candi boko1
Wisata Jogja Candi Boko
Wisata Joga Candi Boko

Tiket masuk ke situs ini tidak jauh beda dengan Candi Prambanan. wisatawan lokal dewasa Rp 40.000, anak-anak Rp 20.000 dan untuk wisman dewasa $25 dan $15 anak-anak.

Seperti halnya Candi Prambanan, Situs Candi Ratu Boko ini juga mempunyai berbagai fasilitas pendukung yang lengkap.

 

Parkir kendaraan luas dan aman. Untuk parkir bus lokasinya berada di bawah situs candi, di pinggir jalan raya utama yang menghubungkan Prambanan dengan Wonosari Gunung Kidul.

Bila kamu lapar, ada restoran di tempat ini. Begitu pula dengan toko cidera mata dan tempat sholat bagi pengunjung yang beragama Islam.

 

Harga-harga makanan dan minuman di situs Ratu Boko ini memang relatif agak mahal dibandingkan dengan Candi Sambisari.

Namun, menurut saya harga masih sangat untuk kelas restauran di tempat wisata kelas internasional.

Puas-puaskan dirimu menjelajahi candi yang eksotik ini.

★★★★☆

Akses ke lokasi

★★★★★

Kebersihan

★★★★☆

Harga Tiket

★★★★★

Tempat Parkir

★★★☆☆

Harga Makanan

Wisata Jogja

Candi terakhir yang bisa dikunjungi dalam rangkaian wisata Jogja dalam sehari adalah Candi Ijo.

Candi Ijo tidak terlalu jauh dari situs Ratu Boko yakni hanya berjarak 4 km dan bisa ditempuh dalam waktu hanya 11 menit saja.

Lokasinya terletak di Desa Sambirejo, kecamatan Prambanan dan masih masuk dalam wilayah kabupaten Sleman. Lokaksinya hanya beberapa ratus meter dari obyek wisata warisan geologi Tebing Breksi.

Bisa jadi Candi Ijo memang tak semegah Candi Prambanan yang mendunia atau seluas Candi Boko, tetapi percayalah bahwa ada banyak keunikan tersendiri yang bisa kamu temui di candi ini.

Salah satu keunikan candi yang dibangun pada abad ke-9 ini adalah letaknya yang berada pada sebuah bukit (gumuk) hijau, pada ketinggian 275 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Karena letaknya ini, Candi Ijo menjadi yang tertinggi diantara candi-candi lain yang berada di Jogja. 

Karena berada di ketinggian, udaranya pun terasa sejuk dan angin bertiup sepoi-sepoi. 

Dari ketinggian ini pula kamu bisa memandang liar kota Jogya dan aktifitas Bandara Adi Sucipto dari ketinggian.

Keunikan lain dari candi Ijo adalah adanya sebuah misteri yang belum terpecahkan.

Misteri ini tercantum pada sebuah prasastinya yang terletak pada teras ke-9 yang bertulisan “Guywan atau Bhuyutan” yang berarti pertapaan.

Ada prasasti lainnya yang terbuat dari batu berukuran 14 cm dan tebal 9 cm yang memuat mantra dan diperkirakan berisi semacam kutukan yakni “Om sarww­awinasa, sarwwawinasa”. Mantra ini ditulis berulang-berulang hingga 16 kali. 

Hingga saat ini kelum diketahui secara pasti “kutukan” yang tertulis dalam prasasti tersebut berkaitan dengan hal apa.

Nah, kalau kamu berkunjungi ke candi ini, kamu bisa mendokumentasikannya langsung prasasti yang penuh misteri tersebut.

1
2

Candi Ijo ini sevebarbya adalah bangunan pemujaan berteras-teras yang terdiri dari 17 struktur bangunan dan 11 teras berundak yang semakin meninggi ke pusat candi.

Pusat candi utama berada di sisi timur dan diapit oleh candi pengapit dan candi perwara yang menghadap ke candi utama.

Di dalam candi utama ini terdapat ruangan (bilik) dengan simbol Lingga-Yoni yang melambangkan Dewa Siwa yang menyatu dan diapit oleh sepasang Apsara.

Apsara itu sendiri adalah makhluk mitos berwujud perempuan penghuni alam para dewa dalam kepercayaan Hindu dan Buddha.

Kalau kamu mau masuk ke candi utama, kamu akan disambut oleh Kala Makara yakni mahkluk mitos bertubuh naga berkepala gajah.

Tapi tenang. Kamu enggak perlu takut karena itu hanyalah ukiran yang berada di atas pintu masuk candi utama.

 

Nah, dari pintu masuk candi utama ini, bila kamu menghadap ke arah Barat maka kamu akan melihat jajaran candi perwara berjumlah 3 (tiga) buah dengan ukuran yang berbeda.

Ketiga candi ini dipercaya sebagai kendaraan Dewa Siwa dalam kepercayaan Hindu.

Berapa harga tiket masuk ke candi ijo ini ?

Harga tiket masuk ke Candi Ijo sangat murah, sama seperti kalau kamu berkunjung ke Candi Sambisari yakni Rp 5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp. 10.000 untuk wisatawan manca negara.

Fasilitas yang ada di candi ini pun lumayan komplit dari mulai tempat parkir yang cukup luas untuk mobil dan motor pengunjung.

Ada pula kamar mandi yang bersih serta mushola untuk sholat bagi pengunjung yang beragama Islam.

Kalau kamu haus atau ingin sekedar ngemil sambil beritirahat, kamu bisa mampir ke warung-arung kecil yang lokasinya di sekitar tempat parkir.

Di sepanjang jalan juga banyak penjual jajan atau makanan ringan yang cukup untuk mengganjal perut bila lapar.

Jangan khawatir tentang harga. Harga makanan dan minuman di sini sangat wajar dan rasional. Misal, es teh cuman Rp. 2.500 dan kopi cuman Rp 3.000.

 

Yang perlu diperhatikan kalau kamu berkunjung ke tempat ini adalah akses jalan menuju ke lokasi.

Selain menanjak, jalan desa yang akan kamu lewati juga relatif sempit, hanya cukup untuk simpangan dua mobil.

Saran saya, untuk alasan keselamatan, ada baiknya kalau kamu mempertimbangkan menggunakan kendaraan yang sehat serta tidak melebihi kapasitas penumpang.

★★★★☆

Akses ke lokasi

★★★★★

Kebersihan

★★★★★

Harga Tiket

★★★★☆

Tempat Parkir

★★★★★

Harga Makanan

Nah, itu dia 4 empat candi yang bisa kamu kunjungi dalam satu hari bila berencana jalan-jalan ke Jogja bersama orang-orang terkasih.

Kabar-kabari saya deh kalau kamu ke Jogja kapan pun juga, kerena tempat tinggal saya deket dengan candi-candi tersebut.

Oh ya, kalau kamu masih membutuhkan rekomendasi tempat-tempat lain yang asik untuk dikunjungi saat liburan, kamu juga bisa baca review-review lain yang ada di #ReviewBukalapak.

Terima kasih telah membaca artikel Berencana Wisata Jogja, Coba Kunjungi 4 Candi Ini. Pasti Seru !, semoga bermanfaat.

Jadi, kapan kamu ke Jogja ?

Wisata Jogja
Beberapa gambar bersumber dari www.gettyimages.com, id.wikipedia.org dan paxels.com
Spread the love

Berkat Obat Mujarab Ini
Ayunda Sukses Raih Medali Emas

Pengin Tahu