preloder

 

pemenang bisnis masa depanTeman, Kalau anda ditanya, siapa sih pemenang business masa depan, apa jawaban anda ? Saya yakin anda pasti mempunyai jawaban yang berbeda-beda tergantung sejauh mana mempresepsikan masa depan itu sendiri. Menurut saya, pemenang business masa depan adalah mereka yang mampu meramalkan masa depan. Setuju?

Banyak kok studi kasus yang akan membuka mata pikir kita. Salah satunya adalah siapa sih yang tak tahu pelopor air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia. Betul, Aqua. Tetapi apakah anda tahu bahwa pertama kali muncul, Aqua (1973) justru dihina, dicibir dan diremehkan.

Bagaimana mungkin Aqua diterima masyarakat saat itu, lha wong orang-orang masih terbiasa minum air rebus dari air tanah. “Indonesia itu gemah ripah loh jinawi, air melimpah kok malah dijual dibotol”, kira-kira begitu paradigmanya.

Nah, setelah Aqua dipakai sebagai minuman resmi Pekan Olah Raga Nasional (PON), barulah mindset masyarakat terbentuk “Oh, ternyata Aqua itu minuman para atlit, Aqua itu air sehat, Aqua itu bersih, jadi kalau mau sehat dan bugar minumnya Aqua”. Duarrrr….Aqua pun booming. Penjualan menggila seperti jual kacang goreng.

Tahun-tahun berikutnya, air minum dalam kemasan menjadi business yang sexy di Indonesia. Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) mencatat setidaknya terdapat 500 perusahaan besar dan kecil yang hidup di business ini. Tentu saja Aqua (Group Danone) memenangkan business ini dengan akuisisi share 46,7% secara nasional.

Saya berani bertaruh, kalau anda ketemu pegadang asongan di teminal, pasti menyebut nama Aqua walaupun yang ditangannya adalah merk lain. Aqua menjadi BRAND hebat di masyarakat.

PETANYAANYA adalah,
Bagaimana mungkin saat itu Tirto Utomo (pendiri Aqua) berani hutang milyaran rupiah untuk investasi kalau tidak mampu meramal masa depan, bahwa kelak masyarakat indonesia semakin pintar, mobilitas masyarakat semakin tinggi, masyarakat semakin sadar akan makanan dan minuman sehat dan masyarakat hidup secara digital dan menginginkan hal yang simple dan mudah. Aqua akan menjadi bagian gaya hidup semua lapisan masyarakat.

Dan itu terbukti, bukan?

Today Trend

Teman,
Disadari atau tidak, kemajuan jaman saat ini merupakan sumbangsih dari orang-orang yang mampu meramal masa depan. Cobalah baca juga tentang Toyoda – pendiri Toyota Mobil Corparation (TMC) yang saat ini menjadi perusahaan otomotif terbesar di dunia dengan pendapatan lebih dari US$ 224,49 miliar secara global, microsoftnya Bill Gates, Applenya Steve Jobs, dan lain-lain.

Percayalah, mereka hanya mereka-reka masa depan dalam sebuah gambaran bisnis. Mereka itu Visioner. Visi inilah yang mendasari munculnya Ide dan Inovasi (Idea & Inovation), Keunikan (Unique), Keberanian Bertindak (Brave) dan Kewirausahaan (Entreprenuership).

Visioner

Kalau saya dan anda biasanya berfikir dalam radius setahun hingga dua tahun kedepan, mereka itu berfikir hingga lima puluh tahun bahkan ratusan tahun ke depan. Mereka meramalkan gerakan jaman dan apa-apa yang akan menjadi trend dan dibutuhkan manusia pada jamannya.

Disadari atau tidak, kemajuan jaman saat ini merupakan sumbangsih dari orang-orang yang mampu meramal masa depan.

Andaikan saja di negara kita terdapat orang-orang yang mempunyai visi 100 tahun kedepan, orang-orang yang berani mengambil langkah berbeda dan mempunyai jiwa kewirausahaan, dijamin negara ini akan hebat.

Sayang sekali, kebanyakan orang berfikir terlalu mainstream, begitu punya kesempatan sekolah, eh..malah bercita-cita menjadi seorang pegawai/karyawan. Salahkah? Memang tidak, lha wong setiap orang punya orientasi hidup dan interest masing-masing. Tetapi hal itu terlalu klasik gitu loh…

Teman,
Saya punya ceritta. Ketika SMP saya ditanya oleh orang tua, “Besok Nak Gede Dadi Opo, nduk” (Besok kalau sudah besar mau jadi apa, nduk?). Lalu saya jawab, ”Dadi pegawai kantoran, Bu.” (Jadi pegawai di kantor, Bu.). Eh, akhirnya terkabul menjadi pegawai kantoran disebuah BUMD walaupun akhirnya saya tinggalkan dan memutuskan mengembangkan bisnis kuliner unik bersama suami.

Pertimbangannya pun sederhana, saya pun belajar meraba masa depan. Saya menyimpulkan bahwa bisnis yang semakin menggairahkan dan tidak ada matinya dimasa depan adalah Pendidikan (Education), Kesehatan (Health), Transportasi (Transportation), IT (Technology Information), Sandang-Pangan-Papan (Basic Needs) dan Hiburan (Entertainment).

Bisnis Masa Depan

Itulah kenapa saya memilih kuliner (pangan) karena busines itu menyangkut “Kampung Tengah” alias urusan perut yang dicari oleh setiap orang sampai kapanpun. Siapa tahu jadi sehebat Tirto Utomo, Toyoda, Bill Gate dan teman-temannya he…he…he..

Teman,
Buat yang sudah berani meninggalkan comfort zone, selamat dan sukses meraba masa depan, karena masa depan hanya bisa dimenangkan oleh orang-orang yang visioner. Itu kesimpulan saya semoga menjadi inspirasi untuk Indonesia yang lebih baik.