preloder
Ceritajengyuni

Sejak kecil, Yunda menyukai ketertarikan berbeda dengan kakaknya, Arya. Dia lebih menyukai kegiatan yang menantang adrenalin dan petualangan. Saya masih ingat betul bangaimana dia merengek-rengek untuk didaftarkan mengikuti ekstra kurikuler Pencak Silat ketika masih duduk di Taman Kanak-Kanak. Kegiatan yang tidak umum bagi kebanyakan gadis kecil seusianya, pikir saya.

Sayang sekali kegiatan ini harus terhenti ketika memasuki SD (SDIT Ukhuwah Islamiyah Kadirojo Kalasan) karena tidak terdapat ekstra kurikuler ini. Sebagai gantinya, Yunda mengikuti ekstra bela diri yang lain yakni Taekwondo.

Yang membanggakan bagi saya, dia tidak merasa takut atau malu mengikuti latihan ekstra kurikuler ini walaupun dia adalah satu-satu siswa perempuan bahkan satu-satunya siswa paling kecil yang masih duduk di kelas 1. Itu artinya, teman-teman seperguruaannya adalah kakak kelasnya.

Sudah 3 bulan dia latihan Taekwondo di sekolahnya dibimbing oleh seorang Sabeum (pelatih) yang sabar dan telaten. Ada perubahan positif yang saya amati sejak dia mengikuti kegiatan ini yakni gerak reflek motoriknya sangat responsif dibanding sebelumnya. Mungkin ini adalah salah satu manfaat dasar dari olah raga bela diri selain keberanian dan mentality.

Minggu 8 Pebruari kemarin Yunda mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dari Sabuk Putih ke Sabuk Kuning yang dilaksanakan oleh Pengda Taekwondo D.I Yogyakarta di GOR Tridadi Sleman. UKT ini diikuti sekitar 1500 Taekwondois dari seluruh wilayah Yogyakarta. Hasil UKT ini dapat diketahui oleh setiap peserta melalui semacam buku raport yang akan diterima seminggu kemudian.

Saya bersyukur bisa memenuhi keinginan Yunda dan berharap ketertarikannya pada olah raga keras ini mampu memberikan manfaat terutama untuk kesehatan serta membela diri dari kejahatan diluaran sana yang kian hari kian mengkwatirkan.

 

 

 

Paling Cantik dan Fashionable
Sedunia !

Cari Tahu di sini !

Smartphone Idaman 2018

Pin It on Pinterest