preloder

Kunjungan Presiden Jokowi ke Yogyakarta (09/12/2014) menyisakan cerita suri tauladan seorang pemimpin/pejabat negara kepada rakyatnya. Adalah Kanjeng Sultan Hamengkubuwono X, juga Gubernur D.I Yogyakarta, yang menjadi buah bibir dan menuai pujian dari berbagai kalangan.

Sebagai seorang raja dan penguasa Ngayogjakarta Hadiningrat tidak sekalipun terulis kabar tentang perilaku semena-mena kangjeng sultan. Justru yang terlihat adalah sebaliknya. Kanjeng Sultan betul-betul sosok panutan sejati yang mampu memberi rasa aman, tentram dan damai serta menambah keistimewaan Jogjakarta.

Sikap itu pun ditunjukan beliau pada saat mobil dinas yang dikendarainya melintas jalan Kusumanegara. Mobil berjalan melambat karena lampu merah. Pada saat bersamaan, munculah iring-iringan mobil Presiden Jokowi (RI 1). Mobil dinas Kanjeng Sultan pun semakin memperlambat laju kemudian minggir memberi jalan pada iring-iringan mobil dinas Presiden Jokowi yang menerobos lampu merah dipimpin foreder paspampres.

“Salutt dengan pejabat macam beliau. Tidak perlu pencitraan atau mengundang wartawan untuk meliput, biarlah rakyat sendiri yang menilai, Komentar warga”

Nampaknya salah satu paspampres mengetahuinya dan memberikan kode agar mobil dinas Kanjeng Sultan mengikuti mobil Presiden Jokowi. Entah bagaimana ceritanya, permintaan itu ditolak oleh Kanjeng Sultan. Beliau memerintahkan sopir pribadinya untuk tetap menunggu hingga lampu traffict berubah hijau. Setelah itu, beliau melanjutkan perjalanan sama dengan tertib seperti pengguna jalan yang lain yang sedari tadi terhenti karena lampu merah.

Menurut saya, apa yang ditunjukan beliau adalah sikap seorang pemimpin sejati dan merakyat.

Selain pujian dari kawulanya, beliau juga mendapat bonus doa dari para netizen yang melihat foto kejadian tersebut melalui social media.

“Salutt dengan pejabat macam beliau. Tidak perlu pencitraan atau mengundang wartawan untuk meliput, biarlah rakyat sendiri yang menilai,” begitu bunyi salah satu komentar. “Semoga panjang umur Sri Sultan. Yogya Istimewa selalu,” kata komentar yang lain.

Saya pun semakin cinta Jogyakartaku dan sultanku yang hebat !