preloder

Perlindungan
Imunisasi

Memenuhi Hak Sehat Amarendra

Anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
– Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 pasal 45 –
A yahnya memberi nama Muhammad Althaffi Amaren-dra. Nama gabu-ngan dari bahasa Arab dan Sanksekerta, yang berarti pemimpin berhati lemah lembut dan berjiwa kesatria. Sebagai orang tua kami berharap demikian untuknya, karena nama adalah do’a.

Amarendra adalah anak ketiga kami. Dia terlahir premateur dengan bobot hanya 2.2 kg, panjang 43 cm dan ketika usia kandungan masih 33 minggu, jauh dari HPL sebenarnya.

Posisinya pun presbo (presentasi bokong alias sungsang), sama seperti kakak perempuannya.

Dengan berbagai pertimbangan, dokter akhirnya melakukan tindakan C-section alias cesar yang sangat dramatis dan hampir saja saya menyerah karenanya.

Dalam keadaan tersadar, saya dengar tangisnya begitu kencang sesaat dia diangkat dari kandunganku.

“Assalamu’alaikum anakku. Selamat datang di dunia. Jadilah anak yang sholeh kelak.” doaku dalam batin sembari menahan rasa panas di dada dan perut.
{
Dengan berbagai pertimbangan, dokter akhirnya melakukan tindakan C-section alias cecar yang sangat dramatis dan hampir saja saya menyerah karenanya.
Tak beberapa lama, sayup-sayup saya juga mendengar ayahnya mengumandangkan azan dan Iqomah diiringi isak tangis kebahagiaan.

Ya, tangis kebahagiaan atas terkabulnya doa saya dan suami. Doa yang terucap 16 tahun lalu, sesaat setelah ijab dan qobul.

Doa bahwa kami ingin dikaruniani 3 (tiga) anak.

Alhamdulillah.

13 Hari “Tertahan” di Rumah Sakit.

13 Hari “Tertahan” di Rumah

Sakit.

Terlahir prematur, Amarendra mesti mendapatkan pera-watan intensif.

Dokter melakukan prosedur penangan pasca kelahiran terhadap kemungkinan muncul-nya komplikasi penyakit karena organ tubuh dan sistem imunnya belum sepenuhnya berfungsi normal.

Dan benar. 8 jam setelah kelahirannya, Amarendra meng-alami gejala bayi kuning (jaundice) hingga harus menjalani fototerapi (terapi sinar biru) hingga 2 X.

Hatinya belum cukup berkembang untuk membuang sisa buangan bernama bilirubin dari darah, Bu.” Kata Dokter.

Perutnya juga sedikit kembung dan nafasnya agak sesak. Dokter akhirnya melakukan tindakan penguapan (nebulisasi) dan rontgen untuk memastikan pe-nyebabnya.

Alhamdulillah, lega rasa hati karena hasil rontgen menujukkan kalau Amarendra sehat dan tidak ada gejala penyakit yang membahayakan.

Namun, ia harus “tertahan” selama 13 hari di NICU (Neonatal Intensive Care Unit), Rumah Sakit Islam PDHI Kalasan, Yogyakarta demi kesehatannya.

Setelah kondisinya dinyatakan stabil oleh dokter, akhirnya Ama-rendra diijinkan pulang, berkum-pul dengan keluarga untuk menyambut datangnya bulan Romadhon saat itu.

{
Namun, ia harus “tertahan” selama 13 hari di NICU (Neonatal Intensive Care Unit), Rumah Sakit Islam PDHI Kalasan, Yogyakarta demi kesehatannya.

Janji Memenuhi Hak Sehat Untuknya.

Janji Memenuhi Hak Sehat

Untuknya.

Setelah empat bulan berlalu, pertum-buhan Amarenda sa-ngat menggembira-kan. Bobotnya kini lebih dari 6,6 Kg dan tinggi 63 cm.

Perkembangan kognitifnya pun luar biasa. Ia semakin lucu dan nggemesin. Setiap saat ia “berkicau” dan tertawa-tawa ketika diajak begurau oleh kakak-kakaknya.

Dalam hati saya berjanji mem-berikan yang terbaik untuknya. Membesarkan dengan kasih sa-yang yang sama seperti kepada kedua kakaknya.

Saya ingin Amarendra kelak benar-benar seperti namanya, menjadi pribadi yang sehat dan cerdas serta menjadi pemimpin yang lemah lebut dan berjiwa kstaria.

{
Dalam hati saya berjanji mem-berikan yang terbaik untuknya. Membesarkan dengan kasih sa-yang yang sama seperti kepada kedua kakaknya.
 

Nah, sebagai bentuk kasih sayang itu, saya ingin memenuhi haknya untuk tumbuh sehat sebagaimana telah diatur dalam berbagai undang-undang yang berlaku di Indonesia dan deklarasi yang diakui secara internasional.

Berikut diantaranya,

Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia pasal 25

… bahwa setiap orang berhak atas tingkat hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinya dan keluarganya.

Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 28H ayat 1

… bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik serta memperoleh pelayanan kesehatan.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 pasal 45

… bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
…lalu, darimana saya memulai memenuhi hak sehat bagi Amarendra ?

ASI Ekslusif Dengan Segala Kebaikannya

ASI Ekslusif Dengan Segala

Kebaikannya.

S aat ini Amarendra dalam masa-masa pertumbuhan pen-ting. Orang menye-butnya sebagai masa-masa emas, 1000 Hari Pertama Kelahiran.

Pada masa ini, pembentukan system saraf secara mendasar sudah terjadi. Pada masa ini pula terjadi hubungan antar sel-sel saraf.

Oh ya, tentu saja saya tidak ingin kehilangan momen dengan memberi yang terbaik untuknya dengan asupan gizi terbaik dan seimbang.

Baginya, saat ini tak ada satu pun asupan gizi yang lebih baik sebagai penopang utama standar emas makanan popup selain ASI.

Nutrisi ASI dengan segala kebaikannyapopup tak akan pernah tergantikan oleh susu formula, bahkan yang termahal sekalipun.

Maka, ASI ekslusif selama 6 bulan pertama plus Mpasi selama 2 tahun untuk Amarendra adalah haknya, dan Insya Allah saya memenuhinya.

Dengan ASI ekslusif dan asupan gizi terbaik untuknya, saya ingin ia tumbuh sehat dan tinggi seperti kedua kakaknya, pertumbuhan normal bukan Stunting.popup

{
Maka, ASI ekslusif selama 6 bulan pertama plus Mpasi selama 2 tahun untuk Amarendra adalah haknya, dan Insya Allah saya memenuhinya.

AIR SUSU IBU

87,6% Air
Laktosa lebih banyak melimpah
70% Protein Whey
Vitamin A-D-E-K-B12-C Alami
Mineral Kalsium, Zat Besi dan Zinc
Lemak Omega 3 dan Omega 6
Asam Amino
Enzim Lipasea
Antibody
Hormon
Anti Virus
Anti Alergi

SUSU FORMULA

Perbandingan Air dan Susu 1:1
Laktosa lebih sedikit
60% Protein Kasein
Mineral Kalsium Sintetis
Lemak Omega Sintentis
Asam Amino
Enzim Lipasea Tidak ada

PERBANDINGAN GIZI
ASI & SUSU FORMULA

Sumber data kumparan.com

Slide background

ASI Ekslusif adalah hak setiap bayi yang diatur dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 128

(1) Setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis. (2) Selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus. (3) Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum.

BAYI BARU LAHIR

Kontak kulit
ibu dan bayi selama minimal
satu jam

BAYI UMUR 0 - 6 BULAN

ASI Ekslusif

BAYI UMUR 6 - 24 BULAN

ASI & Makanan
Pendamping ASI (MPASI)

STANDART EMAS MAKANAN BAYI

STUNTING (KERDIL)

Keadaan tubuh yang sangat pendek atau kondisi gagal tumbuh pada anak di bawah 2 (dua) tahun yang disebabkan karena kekurangan gizi pada waktu yang lama (kronis) terutama pada 1000 hari pertama kehidupan ( usia anak 2 tahun )

Kok kamu tinggi
dan saya enggak, sih ?
Kita kan seumuran.

FAKTA STUNTING DI INDONESIA

DI BAWAH STANDART WHO

% PENDERITA

by Keadaan Ekonomi

MISKIN

20

%

48,4

%

KAYA & MENENGAH

29

%

( Jumlah Propinsi )

Riset Kemenkes, 2013

2015

15

2016

14

13

2017

CIRI-CIRI STUNTING (KERDIL)

Pertumbuhan tubuh melambat
tidak sesuai dengan umur pada umumnya

Usia 8-10 tahun, anak menjadi pendiam
tidak melakukan eye contact

Wajah anak terlihat lebih muda
dari usianya

Tanda-tanda atau instrumen tubuh
terkait pubertas terlambat

Terlambat dalam pertumbuhan
gigi pada anak

Performa buruk pada test perhatian dan
memory belajar

PENYEBAB STUNTING (KERDIL)

Faktor gizi buruk yang dialami ibu hamil maupun balita

Kurangnya pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi sebelum hamil, saat hamil dan pasca kelahiran

Kurangnya air bersih dan buruknya sanitasi

Disarikan dari berbagai sumber

Kurangnya akses terhadap makanan bergizi yang bisa disebabkan karena mahal, langka atau karena akses lokasi

DAMPAK STUNTING (KERDIL)

Prestasi Terganggu
Stunting berkaitan dengan perkembangan otak. Resiko yang muncul adalah anak mempunyai IQ yang rendah, menjadi minder dalam pergaulan, rentan menjadi obyek bullying serta menyebabkan prestasi sekolah buruk

Resiko Penyakit
Kondisi stunting pada anak memiliki resiko yang tinggi untuk terserang penyakit berbahayaseperti diabetes dan jantung pada masa mendatang bahkan hingga resiko kematian.

Menurun ke Generasi Berikutnya
Stunting memiliki risiko yang tinggi turun kepada generasi berikutnya dalam satu keturunan.

Gangguan Persalinan
Resiko mengalami ganguan kehamilan dan proses persalinan. Secara medis penderita stunting memiliki memiliki resiko besar melahirkan bayi prematur.

Disarikan dari berbagai sumber

Kekurangan nutrisi pada 1.000 hari pertama anak (sejak janin sampai usia 2 tahun) tidak dapat diperbaiki. Dampak Stunting ini akan terlihat ketika anak berumur 14 tahun.

Slide background

PENCEGAHAN STUNTING (KERDIL)

POLA ASUH - POLA MAKANAN - SANITASI

Stunting bisa dicegah dengan mengantisipasi faktor-faktor penyebabnya. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein berpengaruh pada pertambahan tinggi dan berat badan anak di atas 6 bulan.

Anak yang mendapat protein 15 persen dari total asupan kalori ternyata memiliki badan yang lebih tinggi dibandingkan anak yang hanya mendapat protein 7,5 persen dari total asupan kalori. Sumber protein sendiri bisa diperoleh dari nabati (kacang-kacangan, umbi-umbian, biji-bijian, dan sayuran) dan hewani (daging sapi, ayam, ikan, telur, dan susu).

Anak usia 6 sampai 12 bulan dianjurkan mengonsumsi protein harian sebanyak 1,2 g/kg berat badan. Sementara anak usia 1 – 3 tahun membutuhkan protein harian sebesar 1,05 g/kg berat badan. Jadi, memastikan anak mendapat asupan protein yang cukup sejak ia pertama kali mencicipi makanan padat pertamanya adalah cara efektif mencegah Stunting.

Disarikan dari parenting.co.id dan berbagai sumber lain

Untuknya Juga, Hak Perlindungan Imunisasi.

Untuknya Juga, Hak Perlindungan

Imunisasi.

Melengkapi kebutuhan gizi bagi Amarendra, saya juga ingin melindunginya dari berbagai ancaman penyakit berbahaya dengan perlindungan imunisasi. 

Ini penting baginya karena Imunisasi memberikan antibodi atau kekebalan melalui vaksin secara spesifik, yang efektif mencegah penularan penyakit tertentu serta meminimalisir dampak infeksi, cacat (sequelae) hingga kematian.

Ada berbagai penyakit berbahaya yang bisa ditangkal dengan Imunisasi.

Sebut saja seperti tuberkulosis, difteri, pertussis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, polio, campak dan pneumonia (radang paru), meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe b, bakteri meningokokus serta PD3I lainnya seperti influensa serta diare yang disebabkan infeksi rotavirus.

imunisasi
Menteri Kesehatan RI,
Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K)

Manfaat Imunisasi

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Bayi dan anak yang mendapat imunisasi dasar lengkap akan meningkatkan kekebalan tubuh sehingga terlindung dari beberapa penyakit berbahaya dan akan mencegah penularan kepada keluarga dan teman-teman disekitarnya.

Mengurangi angka kematian bayi

Imunisasi adalah antibodi tambahan yang memungkinkan menurunkan angka kematian bayi dan anak. Banyak penyakit berbahaya yang bisa dicegah lewat imunisasi,

Mengoptimalkan perkembangan anak

Imunisasi memberikan kekebalan pada tubuh dari penyakit. Oleh sebab itu bila tubuh anak sehat maka secara langsung akan mencegah gangguan pada tumbuh kembang anak.

Menjaga generasi

Jika anak mempunyai tubuh dan badan yang sehat, ini berarti menjaga berlangsungya generasi masa depan yang cerah.
Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K), dalam Pencanangan Nasional Indroduksi Vaksin Polio Suntik, Gianyar Bali
Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K), dalam Pencanangan Nasional Indroduksi Vaksin Polio Suntik, Gianyar Bali – www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
Penandatanganan MoU Kemenkes dengan Bappenas (Akses & Pemanfaatan Data Kesehatan dalam Perencanaan Pembangunan Nasional)
Penandatanganan MoU Kemenkes dengan Bappenas (Akses & Pemanfaatan Data Kesehatan dalam Perencanaan Pembangunan Nasional) – www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
Indonesia Sehat Episode 4 : Imunisasi (14 April 2018) – www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
Alhamdulillah, sejak kelahirannya hingga saat ini, Amarendra telah mendapatkan beberapa imunisasi dasar sebagaimana terjadwal dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), “oleh-oleh” dari RSI PDHI Kalasan, Rumah Sakit di mana ia mendapat perawatan pasca kelahiran.

Dokter telah memberikan vaksin Hipatitis B1 sesaat setelah kelahirannya. Setelah itu berturut-turut adalah BCG, DPT 1 dan 2, IPV 1, IPV 2 dan Pentabio.

Masih ada banyak jenis imunisasi yang harus ia terima. Tentu saja jadwalnya menyesuaikan arahan dan petunjuk dokter sebagaimana terjadwal dalam buku KIA, sesuai umurnya.

Untuk imunisasi Amarendra, saya memang tidak main-main. Bagi saya ini mutlak diberikan demi kesehatannya.

Dan, saya berjanji untuk memberikan hak sehat untuknya melalui perlindungan imunisasi ini, secara lengkap (dasar dan lanjutan) sama seperti yang telah saya berikan kepada kedua kakaknya dulu.

Paling tidak adalah memenuhi 6 (enam) imunisasi dasar lengkap hingga anak berumur 1 tahun dan lanjutan hingga umur 15 tahun yang diajurkan pemerintah.

Apalagi imunisasi dasar lengkap diberikan secara GRATIS oleh pemerintah dalam rangka menuju Indonesia Sehat di masa depan.

{
Alhamdulillah, sejak kelahirannya hingga saat ini, Amarendra telah mendapatkan beberapa imunisasi dasar sebagaimana terjadwal dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), “oleh-oleh” dari RSI PDHI Kalasan, Rumah Sakit di mana ia mendapat perawatan pasca kelahiran.

5

IMUNISASI DASAR GRATIS

UNTUK INDONESIA SEHAT

HIPATITIS B
Vaksin untuk melindungi tubuh dari penularan virus Hepatitis B (penyebab kerusakan hati) dari ibu ke anak saat kelahiran. Vaksin ini diberikan kepada bayi setelah 12 jam setelah lahir dan dilanjutkan pada umur dua bulan, tiga dan empat bulan. Jarak antara pemberian pertama dengan kedua minimal empat minggu.

BCG (Bacille Calmette-Guérin)
Vaksin ini mencegah penyakit tuberkulosis atau TB yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. TB sering menyerang paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan dari orang ke orang. Pemberian vaksin ini dilakukan pada masa awal usia bayi ( 1 bulan).

MR (Measles Rubella)
Imunisasi MR diberikan kepada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun untuk memberi kekebalan terhadap penyakit campak dan campak jerman (Rubella) yang sangat menular dan dapat menyebabkan cacat dan kematian.

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat mengakibatkan terjadinya demam, nyeri sendi, batuk, pilek, mata merah, dan bercak-bercak berwarna merah pada kulit. Campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dapat mengakibatkan terjadinya demam, nyeri sendi, batuk, pilek, pembengkakan kelenjar di sekitar leher, dan bercak bercak berwarna merah pada kulit.

DPT-HB-HIB
Imunisasi ini biasanya disebut Imunisasi Kombinasi Pentavalen dimana terdiri dari 5 jenis vaksin dalam satu suntikan yang terdiri dari vaksin difteri, pertusis, tetanus, hepatitis dan haemophilus influenzae type b. Imuniasi ini diberikan kepada anak saat berumur 2,3,4 dan 18 bulan.

Polio
Manfaatnya imunisasi ini adalah untuk melindungi tubuh dari virus polio, penyebab kelumpuhan. Vaksin ini diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya, vaksin ini diberikan sebanyak tiga kali, yakni saat si Kecil berumur dua, tiga, dan empat bulan. Pemberian vaksin ini harus diulang (boost) pada usia 18 bulan.

imunisasi

“Gak Takutkah Dengan Dampak Negatif Imunisasi ?

‘Gak Takutkah Dengan Dampak Negatif

Imunisasi ?

D ampak negatif imunisasi ? Enggak ada dampak negatif apapun yang ditimbulkan oleh imunisasi. Yang ada justru malah membuat anak sehat dan kebal dari berbagai penyakit.

Ini terbukti pada kedua kakaknya, Arya dan Yunda. Sejak kecil hingga sekarang, Arya dan Yunda sehat-sehat saja dan tetap berprestasi di sekolahnya.

Panas atau demam ? Ah, itu kan reaksi normal imunisasi. Lagian tidak semua jenis imunisasi mengakibatkan demam, kan.

Ketika anak diimunisasi, tubuh anak kan dimasukkan vaksin yang sudah jinak. Nah, tubuh akan memproduksi sebuah respon imun dengan cara yang sama seperti ketika tubuh sedang terkena penyakit, tetapi tanpa tubuh menunjukkan gejala penyakit tersebut.

Dan ketika tubuh terpapar penyakit yang sama di masa datang, sistem imun tersebut dapat merespon dengan cepat untuk mencegah penyakit tersebut berkembang.

Saat membentuk respon imun setelah anak diimunisasi inilah tubuh memberikan respon dengan beberapa hal lumrah seperti demam, gatal, dan nyeri pada bekas suntikan.

Reaksi dan respon tersebut muncul karena tubuh membentuk sistem kekebalan baru, gabungan dari vaksin imunisasi yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat (demam).

Kalau anak mendapatkan imunisasi yang mengakibatkan demam seperti DPT dan Pentabio misalnya, toh biasanya petugas juga memberikan obat turun panas. Ini juga dialami oleh Amarendra ketika ia mendapatkan imunisasi di puskesmas beberapa waktu lalu.

{
Enggak ada dampak negatif apapun yang ditimbulkan oleh imunisasi. Yang ada justru malah membuat anak sehat dan kebal dari berbagai penyakit.
Dan, semua baik-baik saja dan tidak ada dampak negatif apapun karena imunisasi baik jangka pendek maupun jangka panjang bagi anak. Saya malah heran kalau ada orang tua masih mempercayai mitos-mitos seputar imunisasi yang enggak benar.

Dan sangat disayangkan pula kalau ada orang tua yang justru takut mengimunisasikan anaknya.

imunisasi
imunisasi
imunisasi
imunisasi
imunisasi
imunisasi

Amarendra Untuk Pembangunan Indonesia Yang Berkelanjutan di Masa Depan

Amarendra Untuk

Pembangunan Nasional

Yang Berkelanjutan di Masa

Depan

Imunisasi dan pemba-ngunan nasional yang berkelanjutan mempu-nyai hubungan yang sangat erat.

Selain modal fisik dan SDA (Sumber Daya Alam), pem-bangunan nasional membutuh-kan modal dasar yang bernama SDM (Sumber Daya Manusia) yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Untuk menciptakan SDM yang seperti itu, tak ada jalan yang lebih baik selain mengawalinya dengan memberikan gizi seim-bang, memenuhi hak sehat dengan perlindungan imunisasi serta pola asuh positf pada anak.

Sebagai entitas terkecil yang menyusun kedirian bangsa ini, setiap keluarga bertanggung jawab dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan tersebut.

Ini pun menjadi motivasi saya untuk menyiapkan Amarendra (dan kakak-kakaknya) sejak dini menjadi pribadi yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, berkarakter dan bertaqwa kepada Tuhan YME yang dibutuhkan dalam pembangunan nasional kelak.

Akhirnya, terima kasih telah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat untuk Indonesia Sehat, Indonesia Maju dan Indonesia yang membangun.  

{
Imunisasi adalah upaya negara melindungi generasi bangsa dari ancaman penyakit berbahaya dan upaya keluarga menyiapkan sumber daya manusia yang sehat untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Paling Cantik dan Fashionable
Sedunia !

Cari Tahu di sini !

Smartphone Idaman 2018

Pin It on Pinterest