preloder

MELAMPAUI BATAS DIRI,
MENUAI PENGALAMAN SERU DI
ERA DIGITAL

M engingat kembali perjalanan saya mengenal dunia digital itu seperti adegan dalam film franchise Mission Impossible-nya Tom Cruise. Harusnya itu menjadi sesuatu hal yang tak mungkin sama sekali mengingat berbagai keterbatasan saya.

Mula-mula karena status saya sebagai ibu rumah tangga. Walaupun ini bukan alasan mayor, namun kesibukan ngurus anak, suami dan berbagai pekerjaan rumah tangga yang tidak ada habis-habisnya menjadikan sulit bagi saya membagi waktu pada awalnya.

Selanjutnya yang menjadikan sangat impossible karena saya tidak mempunyai basik TI sama sekali. Nol besar kata orang.

Mengingat hal ini saya jadi amat menyesal. Kadang terbersit pikiran, andaikan saja dulu saya tahu kalau dunia akan bergerak ke arah digital maka sekolahnya pasti akan ambil jurusan TI (Teknologi Informasi), bukannya politik.

Ujung-ujungnya,  saya jadi “iri” melihat anak-anak muda jaman sekarang. Banyak dari mereka yang bisa menghasilkan karya-karya digital hebat apakah itu berupa software, bikin start up dan berbagai skill lainnya.

Skill yang dibutuhkan dunia di masa depan. Dunia yang akan meninggalkan apapun yang bernama konvensional dan menggantinya dengan yang digital.

{
Selanjutnya, yang menjadikan sangat impossible kerena saya tidak mempunyai basik TI sama sekali. Nol besar kata orang.
Namun, terlepas dari rasa “iri” dan penyesalan itu, saya percaya bahwa dalam #digitallife tak ada yang mustahil dan tidak ada kata terlambat untuk belajar.

Dan saya patut bersyukur bahwa dengan semangat itu, saya masih mempunyai kesempatan mewarnai dunia digital walaupun hanya seperti sebutir pasir dalam hamparan padang yang luas.

Dengan semangat itu pula, saya mendapat pengalaman menarik yang tidak pernah saya dapatkan dibangku sekolah formal manapun yang pernah saya tempuh. Lebih seru dibanding yang saya bayangkan.

#digitallife #Madepossible

pengalaman seru

sebuah

AWAL

MODEM JADUL

PINTU GERBANG DIGITAL SAYA

I nteraksi saya de-ngan hingar bingar-nya dunia digital dimulai pada tahun 2014. Tentu saja, bila dibandingkan dengan orang lain, mungkin saya masuk dalam kelompok yang terlambat.

Maklum saja, karena di kampung saya dulu, perumahan Griya Purwa Asri Rt 19 Rw 06 Sanggrahan Purwomartani Kalasan, Sle-man, Yogyakarta, saat itu tidak semua rumah mempunyai jari-ngan internet.

Untuk kebutuhan internet, setiap keluarga memperoleh dengan cara sendiri-sendiri. Kalau yang punya modem ya pakai modem, kalau yang enggak punya larinya ke warnet.

Nah, warnet paling deket itu berjarak sekitar 3 km, berada diperumahan Pertamina yang lokasinya berseberangan dengan Toserba Pamela 7 purwomartani dengan sewa per jamnya adalah goceng.

I nteraksi saya de-ngan hingar bingar-nya dunia digital dimulai pada tahun 2014. Tentu saja, bila dibandingkan dengan orang lain, mungkin saya masuk dalam kelompok yang terlambat.

Maklum saja, karena di kampung saya dulu, perumahan Griya Purwa Asri Rt 19 Rw 06 Sanggrahan Purwomartani Kalasan, Sleman, Yogyakarta, saat itu tidak semua rumah mempunyai jari-ngan internet.

Untuk kebutuhan internet, setiap keluarga memperoleh dengan cara sendiri-sendiri. Kalau yang punya modem ya pakai modem, kalau yang enggak punya larinya ke warnet.

Nah, warnet paling deket itu berjarak sekitar 3 km, berada diperumahan Pertamina yang lokasinya berseberangan dengan Toserba Pamela 7 purwomartani dengan sewa per jamnya adalah goceng.

Saya sendiri menggunakan modem Wireless Sierra AT&T 88. Modem yang tergolong jadul saat itu.

Modem yang saya pakai itu punya suami ketika masih kerja kantoran. Jadi hanya bisa saya gunakan sepulang kerja suami dan kalau enggak “nglembur” di rumah.

Walaupun begitu, saya girang banget dan merasa beruntung. Setidaknya saya tidak perlu keluar rumah untuk mengakses internet walaupun dengan keterbatasan.

Ya, tentu saja pengeluaran keluarga pun bertambah pula. Ibarat peribahasa “jer basuki mowo bea”. Biaya pulsa yang semula hanya 50 rb menjadi 100 rb per bulan.

Untung saja suami pengertian dan mendukung aktifitas baru saya itu dan mengijinkan saya menganggarkan setiap bulan.

Modem jadul itu sangat monumental bagi saya dan tersimpan hingga kini karena menjadi pintu gerbang saya berinteraksi dengan dunia digital dan belajar apapun di dalamnya.

Saya sendiri menggunakan modem Wireless Sierra AT&T 88. Modem yang tergolong jadul saat itu.

Modem yang saya pakai itu punya suami ketika masih kerja kantoran. Jadi hanya bisa saya gunakan sepulang kerja suami dan kalau enggak “nglembur” di rumah.

Walaupun begitu, saya girang banget dan merasa beruntung. Setidaknya saya tidak perlu keluar rumah untuk mengakses internet walaupun dengan keterbatasan.

Ya, tentu saja pengeluaran keluarga pun bertambah pula. Ibarat peribahasa “jer basuki mowo bea”. Biaya pulsa yang semula hanya 50 rb menjadi 100 rb per bulan.

Untung saja suami pengertian dan mendukung aktifitas baru saya itu dan mengijinkan saya menganggarkan setiap bulan.

Modem jadul itu sangat monumental bagi saya dan tersimpan hingga kini karena menjadi pintu gerbang saya berinteraksi dengan dunia digital dan belajar apapun di dalamnya.

MENCARI TANTANGAN

BARU

#MadePossible
BISA BIKIN BLOG PERTAMA

PENGALAMAN YANG LUAR BIASA

Memasuki dunia digital, semula saya hanya larut dalam keriuhan medsos yang penuh ha-ha hi-hi, selain cari resep masakan dan baca berita.

Lama kelamaan saya merasa jenuh juga. Keinginan untuk mendapatkan manfaat ‘lebih’ dari sekedar bermain medsos, lambat laun semakin memprovokasi otakku.

Dunia digital itu menawarkan berjuta-juta peluang dan kesempatan masa iya sih hanya sekedar untuk hal sesederhana ini.” Pikir saya.

 

Terpikirlah oleh saya saat itu untuk mencari tantangan baru. Sesuatu yang lebih bermakna.

Tantangan pertama yang ingin saya coba adalah membuat sebuah blog personal.

Inginnya saya, blog tersebut menjadi tempat curhat dan berbagi apa saja terutama tentang gaya hidup (life style), parenting dan informasi umum lainnya.

Untuk itu, saya lebih banyak membelanjakan waktu dengan browsing sana-sini mengumpulkan tutorial cara membuat blog.

Namun, dasar saya yang bloon. Walaupun banyak sekali tutorial yang saya dapatkan, tetap saja saya merasa kesulitan memahaminya. Padahal hanya sekedar mengikuti saja.

Tidak punya basik TI memang menyulitkan saya. Tapi saya tak mau menyerah begitu saja. Saya yakin bahwa bersama kesulitan itu ada kemudahan (Fa-inna ma’al ‘usri yusran)

Dan benar. Hikmah dari kesulitan itu, saya justru mendapatkan banyak pengetahuan baru yang memperkaya wawasan saya.

Nah, setelah berminggu-minggu dengan susah payah dan tertatih-tatih akhirnya saya berhasil membuat blog pertama, menggunakan platform gratis blogspot, www.ceritajengyuni.blogspot.com.

Ini sesuatu banget dan menjadi pengalaman luar biasa bagi saya. Ada rasa seneng dan bangga bahkan hampir nggak percaya kalau saya akhirnya bisa bikin blog sendiri, bisa update postingan dan dibaca banyak orang di seluruh dunia.

Awesome Experience !

{
“Dunia digital itu menawarkan berjuta-juta peluang dan kesempatan masa iya sih hanya sekedar untuk hal sesederhana ini.” Pikir saya.
dokumentasi aktifitas ngeblogku

GOEST TO THE NEXT

LEVEL

#MadePossible
BELAJAR DESAIN HINGGA VIDEO EDITING

DAPAT JOB MODAL #NEKAD

I barat pepatah tua-tua keladi, setelah bisa bikin blog pertama itu, pikiran saya pun semakin terbuka dan keinginan untuk bisa ini-itu malah menjadi-jadi.

Selain terus ngeblog, saya pun belajar desain grafis dan teknis ngedit video sedikit demi sedikit, semampu yang saya bisa.

Tujuan awalnya saat itu hanya agar bisa buat undangan pengajian dan 17-belasan sendiri.

Belajarnya pun mandiri. Namun kali ini saya terbantu dengan tutorial online dari Youtube, belajar langsung praktek (learning by doing).

Ndilalah saja di RT 20 tempat saya tinggal, warga bersepakat bikin jaringan internet menggunakan speedy. Istilahnya itu Internet RT/RW. Jadi untuk internetan, saya sudah tidak pakai modem USB lagi.

Awalnya suami memang keberatan untuk join karena alasan kebutuhan keluarga. Namun dengan sedikit rayuan, akhirnya suami setuju pasang internet di rumah walaupun dengan “syarat” tertentu.

“It’s okay, beib.” Kata saya saat itu menyetujui syarat yang diajukan suami.

Tapi pemasangan internet warga itu tidak gratis, teman.

Setiap anggota mesti iuran Rp. 300.000. Uang yang terkumpul dari anggota dipergunakan untuk membeli perlengkapan jaringan dan uang kas. Sedangkan, iuran per bulan disepakai Rp 65.000.

Dengan nominal segitu masih terjangkaulah bahkan lebih hemat ketimbang biaya pulsa data sebelumnya. 

Modem router berada di Balai RW 06. Dari Balai RW inilah jaringan kabel internet kemudian ditarik ke rumah-rumah anggota yang saat itu berjumlah 14 orang. 

Walaupun kecepatannya kadang lemot dan seringkali buffering, setidaknya saya bisa mengakses youtube dan layanan berbagi video lainnya untuk mendukung proses belajar saya sekaligus hiburan.

Seru dan bikin hidup jadi semakin hidup, Losta Masta !

{
Selain terus ngeblog, saya pun belajar desain grafis dan teknis ngedit video sedikit demi sedikit, semampu yang saya bisa. Tujuan awalnya saat itu hanya agar bisa buat undangan pengajian dan 17-belasan sendiri.
Tentang desain, mula-mula saya belajar Corel Draw dari mulai cara memodifikasi font, belajar layout hingga akhirnya bisa membuat desain sederhana.

Namun, belum seberapa mahir pakai Corel Draw, eh, saya terpikat juga belajar edit photo dengan Photoshop dan desain 3D menggunakan beberapa software ringan seperti Blender, Cinema 4D maupun Sketchup.

Yah, namanya juga belajar mandiri, tentu saja hasilnya pun lambat dan skill pun nanggung. Maka kalau diskala dari angka 0 sampai 10, saya mungkin berada di level 1,5 atau 2 alias masih di bawah standar. 

Uniknya, walaupun skill masih pas-pasan, beberapa kali saya malah dapat job desain dari beberapa institusi di Yogyakarta melalui sebuah perusahaan advertising.

Ini sungguh di luar dugaan sekaligus menjadi pengalaman berharga yang semakin memotivasi saya untuk terus belajar mengembangkan diri.

Perjalanan tak berhenti sampai di situ. Sembari ngeblog dan belajar desain, lagi-lagi saya juga tertantang belajar video editing. Motivasi saya sederhana yakni hanya untuk seru-seruan saja mengisi channel youtube yang saya miliki.

{
Uniknya, walaupun skill masih dibawah standar, beberapa kali saya dapat job desain dari beberapa institusi di Yogyakarta melalui sebuah perusahaan advertising.
Belajar video editing pun menggunakan software ringan dan mudah dipelajari seperti Vegas Pro, Magix, Premier Pro, dan sedikit mencoba-coba adobe after effect.

Lagi-lagi youtube menjadi guru pembimbing saya dalam proses ini. Kenapa ?

Itu karena sangat tidak memung-kinkan bagi saya untuk mengikuti semacam les atau kursus di luar rumah.

Ya begitulah.

Aktifitas digital saya memang mengalir begitu saja, mengikuti mood dan keinginan. Namun, saya tetap memprioritaskan kewajiban utama sebagai ibu rumah tangga yang saat ini juga lagi berwiraswasta bersama suami.

UPGRADE

BLOG

#MadePossible
PAKAI SELF HOSTING & TLD

DIMUDAHKAN OLEH INSTAN DEPLOY WEB APPS

Asik belajar desain dan video editing tidak lantas membuat aktifitas blogging saya terabaikan.

Boleh disebut bahwa blogging adalah aktifitas utama saya di ranah digital. Buktinya, hasil-hasil belajar desain dan video editing bahkan saya pergunakan untuk melengkapi dan mempercantik blog.

Namun jujur, setelah setahun menggunakan blogspot, saya merasa sangat monoton dan hambar. Penyebabnya karena saya tidak bisa ngeblog seperti yang saya mau dengan platform blogspot tersebut.

Saya hanya bisa menulis, nempelin gambar dan embed video tanpa bisa mengkustomisasi blog menjadi lebih menarik seperti halnya website profesional. Sekali lagi, ini karena saya tidak memahami bahasa coding sama sekali.

Sadar dengan keterbatasan itu, saya mencoba beralih ke platform lain yakni wordpress.

Namun setali tiga uang alias sama saja. WordPress versi free ternyata tak jauh beda dengan blogspot, penuh dengan keterbatasan.

Poinnya, dengan wordpress versi free tersebut saya masih belum bisa ngeblog sesuai yang saya mau. Kenapa ? Karena inginnya saya, blog itu seperti lembaran kertas putih yang bisa warnai sesuka hati tanpa batas.

Nah, setelah membaca banyak informasi, akhirnya saya paham bahwa saya mesti menggunakan wordpress dengan template multipurposes yang include page builder di dalamnya.

Namun wordpress dengan template model ini hanya running dengan self hosting. Nah, dari sinilah saya kenal dengan istilah domain dan hosting.

Akhirnya, dengan pertimbangan suami, saya pun memberanikan diri membeli hosting murah popup dan domainpopup

Dari sini juga saya dipertemukan dengan DomaiNesia sebagai penyedia domain dan hosting murah yang saya pergunakan sejak 2016 hingga sekarang.

Lalu, kenapa memilih Domainesia ?

Oh ya. Ketika browsing, dari sekian banyaknya penyedia domain dan hosting murah saat itu, Domainesia-lah yang menawarkan harga paling terjangkau kantong dan sesuai budget yang saya punya.

Kebetulan sekali saat itu pas ada program promo yakni discount 20% yang membuat saya lebih hemat pengeluaran.

{
….Dari sekian banyaknya penyedia domain dan hosting murah ketika browsing saat itu, Domainesia-lah yang menawarkan harga paling terjangkau kantong.
ALASAN-ALASAN
KENAPA SAYA MEMILIH HOSTING DOMAINESIA
UNTUK BLOG SAYA

Fitur Instant Deploy

Fitur ini sangat memudahkan saat instalasi WordPress. Tak perlu mikir coding (Newbie Friendly), semua otomatis dengan sekali klik.

Unlimited Bandwidth

Punya hosting di Domainesia itu menjamin kelancaran aktifitas blogging karena menawarkan Bandwidth tanpa batas

Garansi 99.9% Uptime

Ini yang saya suka. Domaianesia memberikan garansi 99.9% uptime untuk semua paket hosting murah dengan jaminan SLA. Jadi tidak khawir server down tiba-tiba disaat lagi asik ngeblog.

SSD Super Cepat

Teknologi yang menjadikan blog saya mempunyai performa yang cepat 100%

WordPress Akselerator

Fitur yang saya butuhkan karena mampu meringankan load database & mempercepat akses situs berkali-kali lipat. Fitur ini memberikan ketenangan saya saat blog diakses banyak orang.

Migrasi Situs Web

Saya terbantu dengan fasilitas migrasi ini saat pertama kali menggunakan hosting murah Domainesia dan ini GRATIS tanpa biaya tambahan.

Monitor Keamanan

Walaupun murah, memakai hosting Domainesia terjaga keamanannya karena mendapat perlindungan yang ekstra seperti update WordPress gradually, ada anti-virus, anti-malware dan patch terhadap celah keamanan dan lain sebagainya. Terbukti bahwa blog saya aman-aman saja dan tak pernah mengalami gangguan.

Backup Harian Otomatis

Fitur ini mencegah resiko kehilangan data blog WordPress. Namun, andaikan terjadi kehilangan, saya bisa restore data situs dengan cepat tanpa ribet. Ini membuat hati tenang dan hilang kekhawatiran.

Garansi Uang Kembali

DomaiNesia memberikan garansi uang kembali 100% selama 10 hari bila pengguna merasa tidak puas. Saya puas-puas saja tuh. Buktinya sudah jalan bareng Domainesia selama hampir 3 tahun.
DomaiNesia
hosting murah
Nah, sesaat setelah domain dan hosting diaktifkan oleh DomaiNesia, saya mulai mencoba membuat blog dengan wordpress.

Awalnya saya pikir sulit mengingat ini pertama kalinya menggunakan self hosting. Tapi ternyata caranya sangat mudah.

Saya terbantu sekali dengan adanya fitur instant deploy. Apa itu ?

Instant Deploy adalah fitur untuk memudahkan saya dalam membuat blog. Dengan fitur ini, saya dapat membuat blog hanya dengan sekali klik saja tanpa harus paham coding (Newbie Friendly).
Secara teknis, saya tinggal mengikuti alur dan mengisi data-data yang diperlukan saja.

Namun bila dijabarkan, secara garis besar dapat saya gambarkan dalam 4 (empat) langkah mudah sebagai berikut,

{
Awalnya saya pikir sulit mengingat ini pertama kalinya menggunakan self hosting. Tapi ternyata caranya sangat mudah.

Setelah domain dan hosting diaktifkan maka saya langsung bisa melakukan login cPanel yakni online Control Panel yang digunakan untuk mengatur blog, website, membuat akun email, instalasi script dan lain sebagainya.

Signup

Setelah masuk ke dashboard Cpanel, saya langsung mencari logo WordPress yang berada di kategori Instant Deploy.

instant deploy

Setelah masuk ke dalam dashboard instalasi, saya melakukan setup dengan mengisi beberapa data yang dibutuhkan dalam proses instalasi WordPress. Setelah itu menekan tombol install.

Instalasi WordPress

Tak berapa lama, WordPress pun terinstal. Selanjutnya, saya memilih template yang saya kehendaki, melakukan kustomisasi, optimasi dan langsung saya gunakan untuk aktifitas blogging.

Dashboard WordPressku
Aktifitas Bloggingku
Nah, bagi yang belum mempunyai akun Domainesia dan baru pertama kali membuat blog, Jangan kuatir, itu juga sangat mudah, kok.

Domainesia telah menyediakan panduan (guidance) cara membuat blog profesional untuk pemula.

Dalam panduan ini, kita akan dijelaskan cara membuat akun di domainesia dan cara membuat blog dari mulai memahami perbedaan blog dan website, mencari dan menentukan ide hingga cara memilih nama blog (domain) yang baik.

Dalam panduan tersebut kita juga akan dijelaskan tentang pengertian hosting dan cara mendaftarkan hosting murah hingga menggunakan fitur Instant Deploy untuk menginstall wordpress bahkan tentang cara optimasinya.

Panduan ini sangat mudah dipahami. Dulu saya juga menggunakan panduan ini saat bikin blog pertama yang menggunakan self hosting domainesia.

Yang menarik, panduan ini juga memuat link-link terkait yang bermanfaat bagi blog.

Cobain deh.

panduan cara membuat blog
Daftar Paket Domain dan Hosting Domainesia
Daftar Paket Domain dan Hosting Domainesia
Daftar Paket Domain dan Hosting Domainesia

DATANG

PELUANG

#MadePossible
PENGALAMAN PALING SERU
SEJAK PAKAI HOSTING MURAH DOMAINESIA

DAPAT JOB SETTING & BIKIN WEB

Sejak mempunyai blog dengan self hosting murah DomaiNesia, saya jadi lebih aktif ngeblog dan mempelajari segala sesuatu tentang blog terutama platform wordpress dan apapun yang ada dalam dunia digital.

Bagi saya blogging memang aktifitas digital yang menyenangkan dan menawarkan berjuta-juta tantangan. 

Semakin banyak tahu, semakin penasaran untuk menemukan hal-hal baru. Itu yang saya rasakan.

Tak hanya menyenangkan dan menantang, aktifitas digital tersebut juga mendatangkan berbagai keun-tungan secara ekonomis yang menghasilkan uang.

Terkait itu, saya mempunyai pengalaman seru yang sebenarnya tak pernah terbayangkan sebe-lumnya.

Bahwa dikala saya masih belum mahir banget tentang blogging dan website (belum profesional), tanpa disangka-sangka malah mendapat kejutan seru .

Berikut Ini beberapa di antaranya.

SETTING BLOG SEORANG PEMAIN SINETRON

Beberapa bulan lalu, saya dihubungi oleh teman sekolah saya yang sekarang jadi pesinetron. Sebut saja namanya Andri.

Wajahnya sudah hilir mudik dalam berbagai sinetron remaja dan religi yang tayang dibeberapa TV swasta nasional.

Singkat cerita, Andri minta dibantu dibikinkan blog berbahasa inggris.

Ya sudah akhirnya saya sarankan untuk beli domain dan hosting dulu di Domainesia, setelah itu saya bantu instalasi dan setting beberapa hal. 

Biaya ? Sebenarnya saya gak minta. Namun dia sendiri yang tiba-tiba transfer. Lumayan cukup buat traktir mie ayam orang se-RT. 

BIKIN WEBSITE CLEANING COMPANY ORANG SINGAPURA

Yang bikin saya terkejut adalah ketika dihubungi orang Sinagpura via emailyang bernama Mrs Ash I S. Dalam emailnya, beliau ingin dibuatkan website untuk companynya yang bergerak dalam jasa cleaning.

Sumpah, saya gemetar dan nyaris semaput karena tidak percaya. Kok bisa ? Usul punya usul, ternyata Mrs Ash mendapat referensi dari teman sekolah saya ketika di Jember.

Ya udah deh, nekad dan mengalir begitu saja seperti mengalirnya air Selokan Mataram yang legendaris itu.

Brrrr….

PLANNING BIKIN WEBSITE OSIS SMKN 6 YOGYAKARTA

Beberapa waktu lalu saya juga dihubungi pengurus OSIS SMKN 6 Yogyakarta yang baru angkatan 2018/2019.

Pengurus OSIS yang baru ini, minta dibuatkan website khusus OSIS yang akan menjadi wadah kreatifitas dan informasi dari dan untuk siswa-siswi SMKN 6 Yogyakarta.

Kok bisa ? Iyalah karena salah satu pengurus OSIS-nya adalah anak saya..he..he..he..

Namun, rencana pembuatan website ini setelah pelantikan pengurus baru yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Berkat pengalaman tanpa masalah selama hampir 3 tahun bersama Domainesia, Insya Allah domain dan hostingnya juga dari Domainesia. Seperti yang saya pakai dan saya rekomendasikan kepada teman saya Andri dulu.

Semangat !

BE

A CHOOSER

#MadePossible
PERCAYALAH ! TAK ADA YANG TAK
MUNGKIN DI ERA DIGITAL

SEBUAH KONKLUSI

Mengakhiri tulisan ini, saya menasehati diri sendiri dan mengajak siapapun yang mem-baca tulisan ini untuk membuka pikiran seluas-luasnya bahwa era digital itu menawarkan berjuta-juta kesempatan sekaligus peluang untuk maju dan berkembang.

Kata bijak mengatakan “The Backers never be a chooser”. Artinya, semakin kita tertinggal di belakang maka kita akan semakin tidak punya kesempatan untuk memilih.

Dan kalau itu terjadi, bersiaplah bahwa kita akan selamanya menjadi penikmat bukan pembuat dalam hiruk pikuk dunia digital saat ini.

Percayalah bahwa tak ada yang tak mungkin dipelajari di era digital, era yang memberikan kesempatan akses dan belajar seluas-luasnya. Semua tergantung diri kita sendiri, sih.

Terlebih, kesempatan tidak memihak umur, gender bahkan pendidikan. Namun, kesempatan akan meng-hampiri siapapun yang mau belajar hingga melampaui batas diri.

Setidaknya saya telah membuk-tikannya walaupun hanya seperti debu yang tertiup angin dalam hamparan tanah yang kering.

Let’s get up ! Ayo kita cari sama-sama pengalaman seru di era digital, era dimana cepat atau lambat akan segera meninggalkan apapun yang bernama konvensional.

Up grade blog kamu dengan domain dan hosting murah Domainesia, terus belajar, berkarya dan menginspirasi karena jutaan peluang telah menanti.

Menyerah bukan pilihan !

Official Website dan Media Sosial DomaiNesia
Beberapa gambar ilustrasi adalah free lisence with attribution freepik.com
Share ke media social kamu ya....
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Google+
Google+
Pin on Pinterest
Pinterest
Share on LinkedIn
Linkedin
Email this to someone
email