preloder

Dua Minggu terakhir ini, group WA saya isinya tentang Mukidi melulu. Seru sih, bisa ngakak jungkir balik kesana-kemari. Lumayanlah bisa jadi obat stress.Saya juga punya satu group WA, namanya group HI yang isinya teman-teman seperjuangan dulu saat sekolah di Jember Jatim. Kami akhirnya berkumpul kembali setelah lebih dari 10 tahun bercerai-berai mencari peruntungannya masing-masing.

Group HI ini memang jarang share tentang Mukidi karena anggota group ini ternyata malah Mukidi dan Mukidiwati semua. Gak laki gak perempuan, edannya setengah mati. Β Tak ada yang serius di group ini. Semboyannya saja “Jangan serius, jangan hiraukan waktu, mari kita saling membully !” Tuh…Yah, motivasinya hanya berkumpul, bersenda gurau dan saling membully satu sama lain. Tentu saja semua anggota tunduk pada satu aturan yang telah disepakati bersama yakni “Tidak ada yang terluka diantara kita”. Plesetan judul lagunya Broery dan Dewi Yull.

Karena tidak ada yang serius, maka materi pembicaraan pun ngalor-ngidul gak karuan juntrungnya. Yang penting kumpul dan ngoblrol apa saja. Tak ada sekat kedudukan, jabatan dan sejenisnya apakah seorang dosen, guru besar, militer, wiraswasta, PNS, ibu RT dan lain sebagainya.

Gambar-gambar meme yang dishare pun aneh, lucu, menggemeskan bahkan kadang gak masuk logika. Tendensinya memang buat lucu-lucuan saja sih, jadi asal share saja tanpa merasa berdosa maupun melukai.

Nah, dari gambar-gambar yang dishare tersebut, saya menemukan 3 gambar meme yang mengelitik. Entah siapa yang membuatnya. Saya jadi berfikir, bisa jadi 3 gambar ini yang menjadi motivasi para suami untuk poligami selain motivasi klasik atas nama Sunnah Rosul (padahal penjelasan Sunah Rosul itu panjang dan dalem sekali).

Coba lihat satu persatu gambar meme berikut ini….

Bagaimana menurut sampeyan, para istri ? Kalau anda setuju…selamat, anda ketularan menjadi Mukidiwati selanjutnya.

Happy Blogging !