Colidan Kesibukan kita setiap hari dalam bekerja dan beraktifitas sangat menguras energi. Saking sibuknya terkadang sampai lupa waktu istirahat hingga mengabaikan jam makan. Padahal tubuh membutuhkan asupan energi dari makanan yang kita makan untuk melanjutkan aktifitas kembali. Pertanyaannya, dapat dari mana energi yang dibutuhkan tubuh kalau perut dibiarkan kosong?[su_spacer size=”15″][su_spacer][/su_spacer] Oh no ! Terlalu riskan membiarkan perut kosong hanya karena alasan kesibukan. Bisa-bisa kita malah berhadapan dengan penyakit maag (Gastritis / Dispepsia) karena melubernya asam lambung yang menyebabkan luka atau robeknya dinding lambung. Jangan sampai deh anda mengalaminya. Sekali terkena penyakit ini, anda akan dibuat jungkir balik kesakitan karenanya. Saya pernah merasakannya !   Colidan Penyakit lambung ini (maag) saya alami sekitar tahun 1998 ketika masih kuliah di Jember Jawa Timur. Beruntung sekali tidak sampai akut hingga diopname. Walaupun demikian derita akibat maag ini sempat mengacaukan jadwal kuliah yang telah memasuki masa-masa akhir.  [su_spacer size=”10″][su_spacer][/su_spacer] Saat itu saya tidak berdaya mencegahnya karena memang kiriman bulanan dari orang tua sering kali terlambat. Efeknya adalah makan tidak teratur baik dari kualitas maupun waktunya. Apalagi kalau ada diktat yang perlu di fotocopy, saya harus merelakan ‘plot-plotan’ uang makan. [su_spacer size=”10″][su_spacer][/su_spacer] Ketika perut terasa kembung dan sering bersendawa, saya pikir itu hanya masuk angin biasa. Lama kelamaan perut bagian atas terasa panas. Gairah makan pun lama-lama menurun. Terkadang hanya beberapa sendok tetapi sudah terasa kenyang sekali, padahal biasanya kalau lauknya cocok “wajib hukumnya” bagi saya untuk nambah. Nah, lama-kelamaan berat badan saya juga menurun. Tubuh yang sudah kurus, eh…malah semakin kurus. 🙁 Tak sampai seminggu setelah gejala itu muncul, saya juga merasakan nyeri di bagian ulu hati dan dada secara bergantian. Kalau gejala ini muncul perut jadi eneg dan ingin muntah tapi enggak bisa muntah cuman haok..hoek gitu. Saya masih tidak paham tuh. Ah, barangkali beban pikiran karena tugas-tugas kuliah, pikir saya. Eh, lama kelamaan nyeri di ulu hati dan dada itu semakin sering. Datangnya seperti Jaelangkung, datang tak diundang pergi tak diantar he..he..he.. 🙁 Aktifitas kuliah jadi terganggu karena konsentrasi dan semangat belajar kalah dengan rasa sakit. Oleh teman kost, saya “dipaksa” periksa ke puskesmas. Dari sinilah akhirnya saya tahu kalau saya terkena gejala maag. Wow, baru gejala saja sakitnya minta ampun bayangkan kalau sudah akut. Mau gak mau, akhirnya terpaksa absen kuliah beberapa hari dan minum obat generic dari puskesmas. Atas kebaikan teman yang berasal dari Madura, saya juga dibuatkan ramuan tradisional terbuat dari rebusan air kunyit yang telah diparut dan dicampur dengan gula aren. Alhamdulillah, kondisi lambung berangsur-angsur membaik. Pengalaman ini membuat saya kapok lombok merasakan penyakit maag. Sejak saat itu saya berusaha menjaga kebiasaan makan teratur dan tidak membiarkan perut kosong saat beraktifitas apapun.   Colidan Maag ini menyerang lambung dan menyebabkan luka atau peradangan. Maag terjadi bila lapisan lambung (mukosa) ini pecah (luka) akibat kelebihan asam yang dihasilkan sendiri oleh lambung sedangkan sel-sel lain yang memproduksi zat pelindung mukosa ini tidak mampu menjaga keseimbangan jumlah asam yang dihasilkan lambung.[su_spacer size=”10″][su_spacer][/su_spacer] Kelebihan asam kambung ini dipicu oleh pola makan yang tidak teratur. Alasan klasiknya biasanya sibuk bekerja atau belum lapar dan ketika makan langsung dalam porsi yang banyak. Selain pola makan yang tidak teratur, maag juga disebabkan karena stress, perokok aktif, bakteri helicobacter phylori, tubuh kurang istirahat, efek samping dari obat-obatan tertentu, kebiasaan mengkonsumsi kafein, soda dan minuman beralkohol serta kebiasaan makan makanan yang pedas dan asam. Colidan Pada dasarnya gejala munculnya maag dapat dikenali tanpa harus melalui pemeriksaan laboratorium. Walaupun demikian adakalanya pemeriksaan melalui endoskopi dan rontgent dibutuhkan terutama bila ada indikasi penyebab maag tersebut dikarenakan infeksi bakteri Helicobacter Pylory yang berkembang pada usus. Waspadai bila anda mengalami gejala-gejala berikut ini : ColidanMaag tidak serta merta terjadi akan tetapi melalui beberapa tahapan (fase) dengan indikasi-indikasi tertentu yang menyertainya. Akumulasi faktor penyebab dan gejala-gejala yang muncul apabila tidak segera diobati akan semakin parah dan menyiksa. Ketika seseorang terserang maag hingga fase akut atau kronis, dalam beberapa kasus tertentu, akan menyebabkan penyakit lambung yang lebih berbahaya yakni kanker lambung yang disebabkan microorganisme Helicobacter Pylori. Nah, kalau sudah terkena kanker lambung maka kemungkinan sembuh akan semakin sulit dan berpotensi menyebabkan kematian. Berikut Ini adalah fase perkembangan penyakit maag yang perlu kita ketahui. Colidan  

Colidan

Maag adalah bahaya laten. Membiarkan penyakit ini menyerang lambung, sama halnya dengan bunuh diri pelan-pelan. Mencegah munculnya maag jauh lebih bijak daripada mengobati, bukan? [su_spacer size=”10″][su_spacer][/su_spacer] Maag bisa dicegah dengan menjaga kesehatan lambung. Yang perlu dilakukan adalah mengubah kebiasaan (habit) buruk kita terutama yang berhubungan dengan faktor-faktor penyebab munculnya maag. Lakukan 7 (tujuh) hal berikut ini disertai semangat dan komitmen diri.
  1. Makan teratur;
  2. Hindari makanan pedas, asam serta makanan & minuman seperti coklat, makanan gorengan, minuman bersoda, minuman beralkhohol, produk olahan susu tinggi lemak, daging yang berlemak dan minuman yang mengandung kafein;
  3. Hindari stress
  4. Menjaga keseimbangan antara aktifitas dengan istirahat;;
  5. Minum susu kedelai;
  6. Menjauhi rokok;
  7. Minum suplemen asam lambung; 
  Colidan Maag bisa diobati dengan menggunakan tanaman atau rempah-rempah yang tumbuh disekitar kita. Cara ini memang agak ribet karena perlu ketelatenan dalam mempersiapkannya karena dibuat secara tradisional. [su_spacer size=”10″][su_spacer][/su_spacer] Beberapa bahan tanaman dan rempah-rempah yang bisa dipergunakan untuk mengobati maag serta mengembalikan kesehatan lambung adalah sebagai berikut : [TABS_R id=1751] Bagi yang tidak mau ribet, ada kok yang lebih simple dan modern yakni dengan cara minum obat penyakit maag Colidan. Colidan

Kenapa Colidan ?

[su_service title=”ALAMI (NATURAL)” icon=”icon: pagelines”]Colidan adalah obat sakit maag paling ampuh sekaligus sebagai suplemen asam lambung yang bermanfaat melindungi jaringan lambung dan usus kecil (Sitoprotector). Colidan diramu secara khusus menggunakan bahan alami (natural) yakni Ganggang Laut Coklat yang berasal dari perairan laut lepas Okinawa Jepang, yaitu Mozuku atau Cladosiphon Okamuranus Tokida yang disebut dengan Fucoidan.[su_spacer size=”10″][su_spacer][/su_spacer] Colidan [/su_service]   [su_service title=”AMAN DIKONSUMSI RUTIN” icon=”icon: undo”]Proses pengobatan lambung ini tidak bisa tuntas hanya dengan sekali pengobatan. Selain itu, proses rusaknya ketahanan lambung juga terjadi secara berkelanjutan dan tidak mudah diketahui. Oleh sebab itu colidan ini diramu khusus dan aman diminum secara rutin bagi penderita gangguan lambung bahkan bagi yang belum pernah mengalaminya untuk memperkuat pertahanan lambung secara berkelanjutan. [su_spacer size=”10″][su_spacer][/su_spacer] Selain itu, Colidan juga aman dikonsumsi bagi penderita gangguan lambung yang juga menderita penyakit jantung, diabetes militus, gingal dan lain sebagainya. [/su_service]  

Bagaimana Colidan Menyembuhkan Maag ?

Colidan menyembuhkan penyakit maag dengan 3 (tiga) cara sebagai berikut : [WPSM_SERVICEBOX id=1754] [su_youtube url=”https://youtu.be/vBLgX8UHRjY” width=”780″ height=”340″] [/su_youtube]