preloder

MUSIC PLAYER DULU HINGGA SEKARANG

Musik, bagian hidup manusia.

Musik memang telah menjadi bagian hidup manusia, baik itu sebagai musisi ataupun bukan. Kini setiap orang bisa mendengarkan musik dari mana saja, mulai dari smartphone atau menggunakan perangkat pendukung seperti soundbar.

Seiring dengan digitalisasi internet, hampir segala aspek kehidupan pun bergerak ke arah digital. Itu termasuk dalam hal menikmati koleksi lagu-lagu kesayangan dan hiburan lainnya secara umum.

soundbar

Portabilitas Pemutar Musik.

Saat ini, orang cukup memiliki handphone/smartphone untuk dapat menikmati lagu-lagu kesayangannya, sedangkan source cukup didapat dari mengunduh file MP3 di internet yang notabene free alias gratis. Pemutar musik digital sudah pasti memiliki kelebihan dibandingkan dengan pemutar musik manual, terutama dalam hal portabilitas & mobilitasnya.

Kapasitas MP3 player yang bergiga-giga bakal mampu menampung koleksi lagu sampai ratusan, sementara bentuknya yang simpel & relatif kecil memudahkan orang untuk membawanya dalam perjalanan.

Romantisme Piringan Hitam.

Dulu piringan hitam sangat popular terutama tahun-tahun awal abad ke 20.

Penemu pertamanya adalah Kevin Gerald yang menggunakan pemutar piringan hitam (phonograph) sebagai alat untuk membunyikan musik. Sebenarnya piringan hitam sudah ditemukan sebelumnya oleh Charless Cros pada tahun 1887. Tapi dia tidak bisa membunyikannya dengan sempurna karena hanya menggunakan pena saja.

Paten Barliner Gramaphone

Di tahun berikutnya, Piringan hitam jenis baru yang lebih sempurna ditemukan oleh Emlie Barliner, tepatnya tahun 1888. Lalu ia memberi hak paten untuk label Barliner Gramaphone.

Sejak masa itu hingga pertengahan abad 20, Teknologi Pemutar Musik piringan hitam meluas ke seluruh dunia. Namun karena harga pemutar dan piringannya cukup mahal, yang memilikinya hanya orang kelas menengah ke atas saja.

Lagu-lagu yang diputar menggunakan mesin Gramaphone ini juga cenderung klasik dan masih berupa instrumental. Berbeda dengan sekarang yang dengan membawa alat sebesar korek api saja anda dapat menikmati alunan musik yang sesuai dengan kesukaan anda.

Dulu musik direkam dan diputar dengan peralatan yang masih konvensional. Dari mulai, blackplate atau piringan hitam, kaset pita, higga CD, semuanya telah berkembang hingga kini menggunakan format digital.