preloder

Mobil F1 Buatan BantulMenghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) memang membutuhkan persiapan keahlian yang baik. Implikasi dari penerapan pakta ini adalah semakin ketatnya persaingan dalam memperebutkan dunia usaha dan dunia kerja.

Serbuan ribuan tenaga kerja asing ke Indonesia dari China memberikan bukti bahwa kue ketenagakerjaan di Indonesia tidak lagi menjadi milik penduduk asli Indonesia tetapi sudah menjadi incaran bangsa lain.

Ketrampilan dan sertifikasi disepakati menjadi syarat mutlak bila ingin tetap survive dalam persaingan kawasan yang sudah tidak mempunyai batas antar negara (Borderless World).

Pemahaman ini menjadi semangat bagi SMK Muhamadiyah 1 Imogiri Bantul dalam membimbing siswa-siswinya. Pihak sekolah memberikan kebebasan yang luas bagi siswanya untuk berkreasi dan berinovasi. Buah dari kebijakan itu adalah berbagai prestasi regional maupun nasional yang diraih oleh siswa-siswinya.

Setelah berhasil menjadi Juara I Honda Student School Contest 2016, prestasi lain yang tak kalah hebat adalah keberhasilan merakit mobil balap formula 1 (F1). Mobil ini adalah hasil kreasi teknologi jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

Adalah Adon Vendy Pradana, Edi Sofyan, Nasyid Muzaki, Ade Rivan Hidayatullah dan Rafif Yuhdi Arrizal yang telah telah berhasil mewujudkannya. Mereka adalah siswa kelas XI dan Kelas X. Mobil balap berwarna merah ini dikerjakan dalam rentang waktu Maret hingga April dengan bimbingan tiga orang guru pengampu yakni Harry Agus Susnto, SPd T, Agung Suyanto SPd dan Aan Zudiyanto SPd T.

Mobil F1 buatan Imogiri Bantul ini mempunyai sumber tenaga Hybrid yakni bensin dan tenaga surya yang dihasilkan dari panel sel surya yang dipasang di atas bodi mobil. Hasil test drive, mobil yang rencananya akan diresmikan oleh Mendikbud Muhajir Effendy ini mampu melaju 80 km/jam.

Sebuah prestasi gemilang yang perlu mendapat dukungan dari pemerintah, bukan?