preloder
malam tahun baru

Liburan dan malam tahun baru 2013-2014 (tahun lalu), saya terkejut setelah membaca berita media online bahwa penjualan kondom di Jogja mengalami peningkatan hampir 50%.

Kenaikan ini terjadi dihampir semua apotek dan toko modern, terutama yang berada disekitar tempat hiburan.

Saya semakin mengernyitkan kening setelah membaca informasi bahwa pembeli kondom-kondom tersebut rata-rata berasal dari kalangan produktif, berusia antara 15 – 64 tahun.

Lalu untuk apa mereka membeli kondom? Tentu saja untuk melakukan hubungan badan alias nge-seks dengan lawan jenis yang (mungkin) bukan muhrimnya.

 

Sebuah perilaku pemanfaatan libido yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Pengingkaran kodrat manusia yang berbudaya dan beragama, serta menantang langsung Tuhan karena bersekutu dengan hawa nafsu dan bisikan iblis laknatullah. 

Apakah melewati tahun baru harus dengan nge-sek bebas, dugem, minum-minuman keras dan sejenisnya, sih ? Mereka bilang bahwa malam tahun baru sangat spesial karena hanya terjadi setahun sekali jadi mesti puas menikmatinya.

Oh, kalau begitu bagaimana kalau ada yang mengatakan bahwa hidup ini juga cuman sekali. Kalau ternyata tanggal 2 Januari ajal menjemput setelah melakukan pesta hina malam sebelumnya, lalu selanjutnya apa?

It’s your business. Lakum dinukum waliyadin! Ya, itu adalah resume jawaban pada akhirnya. Itu artinya akan selalu terjadi persenggamaan haram di malam tahun baru. Bisa jadi tahun ini (2014-2015) omset kondom juga akan naik seperti tahun lalu. Entah berapa persen.

Hem, sepertinya aku pun tergoda untuk melakukan persenggamaan itu juga. Tetapi halal dan berkah karena aku melakukannya penuh dengan cinta dengan suamiku tercinta.

Sekian !

paper torn

Jengyuni.com adalah personal website yang dibangun dari “ketidaktahuan” dan “keterlambatan” memasuki dunia digital. Di saat orang-orang sudah membuat startup yang menghasilan dollar bertumpuk-tumpuk,
jengyuni masih asik soscmed-an dan malah hanya membaca keberhasilan orang lain di portal-portal berita
melalui layar smartphone yang besarnya tak lebih dari 5 inc.