preloder
Hafiz Indonesia

Saya tidak bisa berkata apa-apa selain menangis sesenggukan dengan air mata yang deras membasahi pipi. Seperti anak kecil yang merajuk minta mainan kepada orang tuanya. Saya menangis dengan tak henti-hentinya mengucap سبحان الله setelah melihat tanyangan dokumentasi Hafiz Indonesia 2014 di Youtube.

Dialah Musa yang membuat saya menangis haru sekaligus bangga. Musa adalah putra seorang petani bernama Hanafi yang tinggal di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Musa yang baru berumur 5,5 tahun adalah salah satu peserta program Ramdhan Hafidz Indonesia RCTI. Yang membedakan Musa dengan peserta lainnya adalah anak sekecil iru telah hafal Al-Qur’an sebanyak 29 Juz. Ini adalah sesuatu yang Istimewa dan merupakan rahmat Allah SWT bagi anak seumuran Musa.

Tidak hanya saya yang menangis, nampaknya hampir sebagian besar penonton di studio saat tanyangan ini berlangsung juga demikian. Ketiga Juri yakni Syeikh Ali Saleh Muhammad Ali jaber, Ustadz Dr. Amir Faisal Fath dan Ustadzah Lulu Susanti, pun tak kuasa menahan keharuan dan juga larut dalam tangis.

Bahkan Ustadz Dr. Amir Faisal Fath menunjukkan keharuannya dengan “mencium tangan’ si kecil Musa sebagai bentuk penghargaan bagi hamba Allah yang dikaruniai kemampuan menghafal Kalam Illahi ini. Sesuatu yang mungkin dipandang aneh bagi sebagian orang saat ini, bahwa seorang ustadz yang bergelar Doktor mencium tangan anak seorang petani hanya karena anak tersebut Hafal 29 Juz Al-Qur’an. Tetapi itulah bukti bahwa siapapun hamba yang berilmu pasti akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Subhanallah…

  يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“…..Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Mujadalah (58):11)

Selain di uji oleh Dewan Juri, oleh MC Irfan Hakim, juga mempersilahkan penonton untuk juga menguji hafalan Musa. Alhasil semua terusan ayat yang dibacakan oleh Dewan Juri dan penonton dapat diteruskan dengan baik. Bahkaan Musa sanggup menyebutkan nama surat yang dibacanya.

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.