preloder

Waspada, Neuropati Mengancam Gaya Hidup Modern

KESEHATAN | 10 comments

Kesehatan adalah keadaan harmoni yang lengkap dari tubuh, pikiran dan jiwa. Ketika seseorang bebas dari cacat fisik dan gangguan mental, gerbang jiwa pun akan terbuka. B.K.S Iyengar

Neuropati Mengancam Gaya Hidup Modern –  Tak dapat dipungkiri lagi bahwa hadirnya internet benar-benar telah mengubah wajah dunia, begitu pula dengan orang-orang yang mendiaminya. Penduduk dunia yang saat ini berjumlah tak kurang dari 7,3 milyar jiwa telah bergerak ke arah globalisasi, urbanisasi dan digitalisasi. Hampir separoh dari jumlah tersebut (49.2%) telah terkoneksi secara online dan digital melalui internet.

Kita yang hidup di Indonesia pun tidak terlepas dari gaya hidup ini. Data menunjukkan bahwa 52% dari total populasi penduduk Indonesia 256,2 juta jiwa sudah akrab dengan internet, smartphone dan notebook untuk melakukan aktifitas sehari-hari seperti texting, social media, browsing, e-commerce dan lain sebagainya.

Bahkan menurut data e-marketeer.com, pengguna smartphone di Indonesia mencapai 308,2 juta orang. Jumlah ini melebihi jumlah populasi nasional. Artinya, satu orang di Indonesia mempunyai lebih dari satu gadget disakunya.

Ibarat kata, jangankan ke kantor, ke WC, sedang makan dan mau tidur pun orang membawa gadgetnya. Tidak harus orang kantoran, penjual jamu keliling, emak-emak yang perkerjaannya di dapur, tukang sayur bahkan pemulung pun kini akrab dengan smartphone dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan aktifitas-aktifitas menggunakan perangkat ini.

 

 

Beraktifitas dengan gadget memang mengasikan. Ini telah menjadi gaya hidup modern millenial saat ini. Saking asiknya kita bisa betah berjam-jam duduk memainkannya. Bahkan kadang sampai lupa waktu, lupa mandi dan lupa makan. 

Tangan, mata dan pikiran terus bekerja tanpa henti berulang-ulang (reptitif) menyentuh layar smartphone, menekan tut keyboad, mencengkeram, menggeser dan menggerak-gerakan mouse notebook.

Tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa gaya hidup modern ini sangat beresiko terserang sebuah penyakit berbahaya. Bila penyakit ini diderita seseorang maka akan membatasi aktifitas bahkan menghentikannya sama sekali.

Penyakit itu bernama Neuropati (Neuropathy)Saya adalah salah satu yang telah merasakan timbulnya gejala penyakit ini. Siapa tahu anda juga. Kenali gejala-gejalanya dan lakukan diagnosis segera agar tidak semakin parah.

Penggunaan Internet Berdasarkan Perangkat
  • Mobile (63,1 juta) 47,6%
  • Komputer (2,2 juta) 1,7%
  • Mobile & Komputer (47,6 juta) 50,7%
Jumlah Perangkat Yang Digunakan
  • 1 Perangkat ( 60,2 juta) 45,4%
  • 2 Perangkat ( 45 juta) 34%
  • 3 Perangkat ( 15,8 Juta) 12%
  • 4 Perangkat ( 5,6 Juta ) 4,2%
  • 5 Perangkat ( 5,6 Juta ) 4,2%
  • Lebih dari 5 perangkat ( 256 Ribu ) 0,2%
Data survey APJII ( Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia ) Tahun 2016
Neuropati

SELAIN PEKERJAAN RUMAH TANGGA, AKTIFITAS HARIAN SAYA JUGA AKRAB DENGAN LAPTOP.

Intensitas menggunakan mouse dan keyboard untuk update blog, socmed  dan terutama design memang lumayan tinggi. Tangan sampai kaku, kesemutan bahkan kadang sampai mati rasa. Saya baru tahu bahwa itu adalah gejala Neuropati.

Saya bisa jadi salah satu dari sekian banyaknya orang yang telah mengalami munculnya gejala-gejala awal Neuropati. Waktu-waktu tertentu terutama saat beraktifitas dan bangun tidur muncul sensasi kesemutan, kebas/baal/mati rasa dan kram di tangan. Gejala ini saya rasakan sejak 6 bulan belakangan.

Awalnya saya menganggap bahwa munculnya kesemutan, sensasi itu akibat kecapaiaan semata karena rutinitas harian seperti meyelesaikan pekerjaan rumah tangga, mengelola kedai makan kecil dan berlama-lama di depan laptop.

Oleh sebab itu, bila sensasi ini muncul saya hanya menghentikan aktifitas untuk istirahat sejenak lalu mengoleskan cream pereda pegal-pegal atau dengan memijitnya. Rupanya cara ini tidak memberikan dampak kesembuhan sama sekali. Saya baru memahami bahwa cara-cara ini tidak bisa menjadi solusi bagi munculnya gejala Neuropati ini, karena Neuropati tidak ada hubungannya dengan tulang.

Kini saya menjalankan anjuran dokter untuk mengurangi aktifitas yang menyebabkan semakin parahnya gejala Neuropati perfer yang telah saya alami dan mengkonsumsi suplemen vitamin neurotropik.

APA ITU NEUROPATI ?

Neuropati memang tidak populer bila dibandingkan dengan kondisi kesehatan lain. Padahal, aktifitas dan gaya hidup kita setiap hari sangat dekat dan memberikan andil besar timbulnya Neuropati ini.

Karena tidak populer inilah maka sebagian besar dari kita mengabaikan gejala-gejala awal munculnya Neuropati ini. Neuropati bisa menyerang siapa saja dan benar-benar berpotensi menganggu bahkan membatasi aktifitas kita.

Secara umum Neuropati didefinisikan sebagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan gangguan fungsi saraf tepi manusia yang bisa menyerang saraf motorik, saraf sensori, saraf otonom, atau kombinasi dari ketiganya. Hal ini menciptakan hubungan pendek mirip dengan apa yang terjadi ketika kawat kehilangan penutup isolasinya.

Bila seseorang terkena Neuropati maka akan merasakan sensasi nyeri, mati rasa (baal/kebas), kesemutan, pembengkakan, atau kelemahan otot pada bagian tubuh yang berbeda. Beberapa diantaranya telah saya rasakan.

Ketidaktahuan dan kurangnya informasi mengenai Neuropati ini, kebanyakan kita hanya memberikan tindakan sekedarnya bila beberapa bagian tubuh mengalami kesemutan, kram, baal dan nyeri. Umumnya adalah mengoleskan balsem atau hanya dengan memijit-mijitnya agar otot kendur. Cara ini juga saya lakukan.

Padahal Neuropati bukan semata-mata masalah otot atau tulang akan tetapi berkaitan dengan sistem saraf. Tentu saja tindakan itu tidak menyembuhkan sama sekali.

Neuropati bisa menjadi bahaya laten bagi kesehatan kita. Tanpa penanganan medis yang baik, apabila dibiarkan Neuropati ini berpotensi mengakibatkan kelumpuhan permanen. Inilah yang paling menakutkan.

Neuropati
“Neuropati adalah masalah kesehatan yang berhubungan dengan gangguan fungsi saraf tepi manusia yang bisa menyerang saraf motorik, saraf sensori, saraf otonom, atau kombinasi dari ketiganya”
  • TIDAK TAHU 90%
  • TAHU 10%
Riset PT Merck bekerjasama dengan MarkPlus Insight (2014)
Neuropati

5 GEJALA AWAL NEUROPATI

K R A M

Hampir semua orang pernah mengalami kram. Kram adalah salah satu gejala umum neuropati yang sering diabaikan. Padahal, jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi saraf akan jadi semakin memburuk dan mempengaruhi kondisi tubuh secara total.

Kram terjadi karena adanya tekanan terhadap saraf pada tulang belakang, dan paling umum terjadi di bagian kaki karena kaki bertugas menyangga badan. Untuk meringankan nyeri karena kram, berjalanlah dengan posisi sedikit membungkuk ke depan.

Neuropati
Neuropati

KESEMUTAN

Kesemutan (Paresthesia) adalah suatu kondisi tidak wajar pada tubuh. Seseorang merasakan sensasi seperti ada yang menjalar di kulit pada tubuhnya.

Paling sering kesemutan ini terasa pada alat gerak atau ekstrimitas kita, seperti tangan, kaki, jari, dan kadang-kadang juga bisa terjadi pada bagian tubuh lainnya.

Tidak semua kesemutan adalah gejala awal Neuropati kecuali bila kesemutan tersebut telah kronis dengan intensitas yang tidak normal.

KEBAS

Kebas adalah keadaan dimana seseorang mengalami rasa (sensation). Dalam beberapa kondisi sensasi kebas adalah kulit terasa tebal, tidak terasa bila disentuh seperti mati rasa.

Kebas ini menimbulkan ketidakselesaan kepada orang yang aktif bekerja dengan intensitas tinggi. Timbulnya kebas ini salah satu gejala Neuropati.

Neuropati
Neuropati

NYERI SEPERTI TERBAKAR

Nyeri tentu terjadi karena adanya cedera. Misalnya cedera pada sendi, punggung, lutut dan bagian tubuh lainnya. Nyeri yang biasa muncul pada bagian otot umumnya terjadi karena adanya tegangan atau cedera yang melibatkan saraf dan pembuluh darah.

Selain itu, posisi tidur yang salah juga dapat menyebabkan nyeri atau yang biasa disebut salah bantal. Akar saraf di atas tulang punggung menyuplai fungsi motorik dan sensori ke lengan atas. Jadi ketika posisi tidur salah, yaitu leher dalam posisi menekuk, saraf ini bisa terkena dampaknya.

KELEMAHAN OTOT 

Otot lemah atau otot serasa tidak kuat untuk bergerak bisa dikarenakan adanya gangguan sistem saraf pusat (mulai dari otak sampai sum-sum tulang belakang) dan juga sistem saraf tepi (mulai dari sum-sum tulang belakang sampai sel organ otot). Gejala ini sangat perlu diwaspadai, karena jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan penyakit serius seperti kelumpuhan hingga gagal nafas.

Perlu diketahui bahwa gejala kram, kebas, dan kesemutan yang merupakan gejala neuropati biasanya terjadi begitu saja tanpa adanya sebab karena aktivitas atau posisi tertentu.

Neuropati
4 dari 5 gejala ini telah saya rasakan. Gejala mana yang telah anda rasakan ?

PENYEBAB NEUROPATI

Neuropati
GAYA HIDUP
Neuropati

Gaya hidup modern menjadi yang akrab dengan gadget untuk texting, socmed bermain games secara terus menerus rentan terkena Neuropati.

Begitu pula dengan aktifitas bekerja terus menerus yang tidak diimbangi dengan olah raga serta tidak menjaga kesimbangan antara aktifias dengan istirahat juga sangat potensial bagi munculnya Neuropati.

Fashion dengan high heels bagi wanita modern memang menunjang penampilan. Wanita lebih percaya diri karena kaki akan kelihatan lebih jenjang dan menarik.

Akan tetapi kebiasaan menggunakan high heels dalam waktu yang lama akan menyebabkan gangguan saraf serius yang ditandai dengan kebas, kesemutan dan kram. Riset membuktikan bahwa 79% wanita yang akrab dengan high heels merasakan kebas dan 67% merasakan kesemutan.

Gaya hidup minum-minuman beralkohol juga rentan terkena Neuropati. Berdasarkan penelitian Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), seseorang yang suka mengonsumsi alkohol berpotensi terkena kerusakan saraf.

Alkohol mengakibatkan vitamin yang masuk tidak bisa diserap oleh tubuh. Akibatnya terjadi penyempitan peredaran darah di tubuh dan munculnya rusaknya saraf secara serius.

Neuropati

GERAKAN BERULANG-ULANG

Gerakan berulang–ulang (repetitif) dengan tekanan seperti naik motor, mencuci, memasak, menyeterika, mengetik di komputer juga menjadi faktor munculnya Neuropati.

Gerakan berulang-ulang tangan ke atas dan ke bawah dapat menyebabkan tendon di pergelangan tangan mengalami peradangan dan akhirnya menekan saraf di daerah ini.

Neuropati

BERTAMBAH USIA

Bertambahnya usia seseorang selalu diiringi dengan menurunkan fungsi organ tubuh termasuk didalamnya adalah fungsi-fungsi saraf.

Neuropati rentan menyerang seseorang dengan usia diatas 40 tahun. Walaupun demikian gejala Neuropati sudah mulai dirasa orang-orang yang berumur 26 hingga 30 tahun.

Neuropati

PENYAKIT DEGENERATIF

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau penghacuran terhadap jaringan saraf atau organ tubuh seseorang.

Proses kerusakan ini dapat disebabkan penyakit, bertambahnya usia maupun karena gaya hidup yang tidak sehat. Beberapa penyakit degeneratif yang menyebabkan Neuropati adalah Hypertensi dan Diabetes Millitus. Dalam dunia kesehatan dikenal dengan istilah neuropati diabetikum atau neuropati diabetik.

Neuropati

DEFISIENSI VITAMIN

Defisiensi vitamin adalah kondisi akibat kekurangan beberapa vitamin Neurotropik terutama defisiensi vitamin B12 dan folat, serta beberapa vitamin B lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kekurangan viitamin Neurotropik ini berakibat pada munculnya Neuropati dalam diri seseorang.

Neuropati

KECELAKAAN

Kecelakaan adalah salah satu penyebab Neuropati yang umum. Bila seseorang mengalami kecelakaan dalam aktifitas dan maka sangat memungkinan menyebabkan terjadinya cidera dan trauma yang berpotensi pada rusaknya pada saraf tertentu dalam tubuh.

Kecelakaan yang dimaksud dalam hal ini adalah ketika tubuh mengalami benturan dengan benda keras baik karena terjatuh, kecakaan berkendara dan lain sebagainya.

Neuropati

KETURUNAN

Keturunan ? Ya ! Berdasakan penelitian, gangguan saraf (Neuropati) juga menurun kepada anggota keluarga seperti  ataksia Friedreich (menyebabkan kerusakan progresif terhadap sistem saraf), porfiria  (Kelainan yang timbul saat proses pembentukan heme yang tidak sempurna) dan penyakit Charcot-Marie-Tooth(penyakit yang menyerang saraf periferal karena faktor genetik).

Neuropati

TUMOR

Salah satu akibat dari keberadaan tumor adalah menekan saraf-saraf yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini, neuropati bisa muncul ketika terdapat tumor, baik yang jinak maupun ganas, di jaringan sekitar saraf.

Neuropati

AUTOIMUN

Beberapa penyakit autoimun bisa menjadi penyebab munculnya neuropati, misalnya rheumatoid arthritis, penyakit lupus sistemik, dan sindrom Sjogren.

Neuropati

RACUN

Beberapa racun dan toksin bisa menyebabkan kerusakan pada saraf manusia, misalnya senyawa emas, arsenik, timah, merkuri, dan pestisida.

Neuropati

INFEKSI

Beberapa infeksi virus maupun bakteri juga bisa menyebabkan munculnya neuropati, misalnya HIV/AIDS, penyakit Lyme, dan sifilis.

Neuropati

UREMIA

Kondisi ketika terjadi penumpukan sisa metabolisme tubuh di dalam darah akibat kondisi gagal ginjal yang akhirnya bisa mengakibatkan munculnya neuropati.

Neuropati

OBAT-OBATAN

Beberapa obat-obatan untuk terapi kanker, seperti vincristine dan antibiotik seperti metronidazole dan isoniazid, bisa menyebabkan kerusakan pada bagian saraf.

Neuropati

ISKEMIA

Iskemia adalah ketidakcukupan suplai darah ke jaringan atau organ tubuh. Iskemia timbul oleh adanya permasalahan pada pembuluh darah. Iskemia juga dapat diartikan sebagai anemia lokal yang umumnya terjadi pada area tubuh tertentu saja, misalnya jantung, usus, otak, dan ekstrimitas (tangan dan kaki).

Neuropati
Neuropati

JENIS-JENIS NEUROPATI

Neuropati Perifer

  • Gangguan syaraf ini menyerang semua syaraf SELAIN yang ada di otak luar dan tulang belakang.
  • Neuropati perifer menyerang anggota gerak seperti kaki, jari kaki, tungkai, tangan, lengan dan jari tangan.
  1. Motorik (kedutan dan kram otot, beberapa otot menjadi lemah atau lumpuh, sulit mengangkat kaki depan dan berjalan dan penurunan massa otot)
  2. Sensorik (kesemutan, rasa perih bagian kaki, perubahan suku kaki, kehilangan keseimbangan, dan merasakan sakit oleh rangsangan yang tidak seharusnya sakit)
  1. Terlalu banyak minuman beralkohol yang dapat mempengaruhi sistem saraf.
  2. Gerakan berulang-ulang.
  3. Penderita diabetes pun dapat mengalami Neuropati Perifer, atau yang biasa disebut Neuropati Diabetik.
  4. Defisiensi vitamin. Kekurangan vitamin khususnya Vitamin Neurotropik (B1, B6 dan B12).

Neuropati Otonom

  • Mempengaruhi sistem saraf non-sensorik (sistem saraf otonom) akibat kerusakan pada sistem saraf involunter.
  • Umumnya penderita diabetes mellitus tipe 1 dan 2 dalam jangka panjang.
  • Mengalami konstipasi atau diare. (Malam hari)
  • Tekanan darah rendah atau hipotensi.
  • Mual, kembung, dan sering bersendawa.
  • Gangguan pada respons seksual, misalnya disfungsi ereksi.
  • Respon pupil lamban.
  • Detak jantung cepat.
  • Kesulitan menelan.
  • Inkontinensi usus.
  • Kesulitan buang air kecil.
  • Berkeringat secara berlebihan.
  1. Penyakit autoimun,
  2. Diabetes,
  3. Defisiensi vitamin. Kekurangan vitamin khususnya Vitamin Neurotropik (B1, B6 dan B12).
  4. Dan penyebab umum neuropati lainya

Neuropati Cranial

Kerusakan pada salah satu dari 12 saraf kranial (saraf tulang belakang bagian atas). Contoh dari Neuropati ini adalah Neuropati optik (kerusakan pada saraf kranial yang mengirim sinyal visual dari retina ke otak) dan Neuropati auditori gangguan saraf kranial yang mengirimkan sinyal dari telinga dalam menuju ke otak.
  • Pendengaran tidak berfungsi secara baik.
  • Penglihatan terganggu.
  • Rasa sakit, sensasi kesemutan, mati rasa, Kulit yang terasa sensitif terhadap sentuhan, otot lemah atau lumpuh
  1. Palsy Bell kelemahan di salah satu sisi wajah.
  2. Kelumpuhan saraf kranial mikrovaskuler dapat berkembang pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi.
  3. Cacat bawaan
  4. Cedera kepala atau infeksi.
  5. Diabetes dan migrain adalah kemungkinan penyebab lain.

Mononeuropati/Neuropati Fokal

Gangguan syaraf satu ini mempengaruhi salah satu atau bahkan di satu kelompok syaraf, atau saraf tunggal di dalam tubuh.
  • Bell’s palsy atau kelemahan di salah satu sisi wajah.
  • Sensasi rasa yang berubah pada jari tangan atau jari tangan yang melemah.
  • Rasa sakit, perubahan sensasi rasa atau muncul kelemahan pada kaki.
  • Kemunculan rasa sakit pada mata. Selain itu pandangan kabur atau tidak bisa fokus
Cedera langsung ke saraf, gangguan suplai darah (iskemia), dan peradangan.

Polineuropati

Polineuropati adalah kelainan fungsi saraf tepi di seluruh tubuh yang terjadi secara bersamaan. Polineuropati bisa bersifat akut (terjadi tiba-tiba) atau kronis (terjadi secara bertahap, biasanya dalam waktu beberapa bulan atau tahun).
  • Pasa nyeri secara tiba-tiba pada kaki, pusing ketika berdiri, dan susah buang air kecil.
  • Infeksi yang berhubungan dengan toxin (bakteri).
  • Reaksi autoimun.
  • Substansi toksik seperti merkuri.
  • Obat-obatan tertentu.
  • Diabetes Melitus.
  • Alkohol berlebihan.
  • Kekurangan Vitamin B 12.

LAKUKAN DIAGNOSIS SEGERA BILA MUNCUL
GEJALA AWAL NEUROPATI

Neuropati

Bila gejala-gejala awal Neuropati muncul, langkah bijak adalah dengan melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut jenis dan penyebabnya.

Dokter akan melakukan serangkaian tes medis untuk memastikan penyebab Neuropati yang muncul. Salah satu tes yang dilakukan adalah tes darah. Tes ini berfungsi untuk mengetahui apakah ada kondisi medis lain yang menyebabkan terjadinya kerusakan saraf.

Untuk mengetahui sumber tekanan atau kerusakan pada saraf, tes pencitraan seperti X-ray, CT scan, dan MRI mungkin akan dilakukan.

Sedangkan tes yang dilakukan khusus untuk melihat fungsi saraf adalah:

  • Elektromiografi (EMG). Tes ini digunakan untuk mengukur fungsi saraf.
  • Tes velositi konduksi saraf (NVC). Tes yang berfungsi mengukur kecepatan sinyal yang melalui saraf.
  • Biopsi saraf. Pengambilan sampel jaringan melalui prosedur operasi untuk diperiksa di bawah mikroskop.

PENCEGAHAN NEUROPATI

Neuropati berpotensi mengganggu aktifitas dan bisa menjadi gangguan kesehatan serius. Prof. Dr. dr. Moh Hasan Machfoed, Sp.S(K), M.S., ketua umum PERDOSSI Pusat, memastikan neuropati dapat dicegah, dengan mengenali gejalanya terlebih dulu. Mengenali gejala dan mencegahnya jauh lebih baik dari pada mengobati. Bagaimana caranya ?
Neuropati

Menerapkan Pola Hidup Sehat

Pola hidup sehat itu teratur dan seimbang. Kita bisa memulai dengan menjaga pola makan sehat dengan gizi yang seimbang, menghindari stress, cukup istirahat (tidak kurang dari 6 jam per hari), menjauhi alkohol dan asap rokok.

Pelaksanaan yang sederhana adalah mengistirahatkan tubuh sejenak saat aktifitas, memperbaiki postur tubuh setiap 30 menit sekali (stretching) ketika berkerja lama dengan notebook atau sedang beraktifitas dengan gadget dan aktifitas lainnya.

Berolah Raga Secara Rutin 

Olahraga tentu dapat menyehatkan tubuh. Namun untuk mencegah Neuropati, para ahli kesehatan, yakni spesialis kedokteran olahraga dan spesialis saraf, menciptkan gerakan olahraga khusus yaitu NEUROMOVE.

Lihat video di samping >>>

Neuropati

Biasakan Minum Air Putih

Biasakan minum air putih 8 gelas sehari. Air putih yang bebas kalori dan gula merupakan pilihan paling sehat demi menjaga tubuh tetap memiliki cairan yang cukup, sekaligus mengatasi rasa haus kapan saja.

Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan membiasakan diri minum air putih 8 gelas sehari. Air putih ini bermanfaat melindungi saraf tulang belakang dan jaringan saraf sensitif pada tubuh lainnya.

Bermain Alat Musik

Bermain alat musik yang menggunakan jari seperti gitar dan piano juga dapat menjaga kesehatan saraf. Saraf tepi di ujung jari dan tangan akan terjaga keaktifannya. Hampir sama dengan memelihara otak, karena otak adalah kumpulan sel saraf pusat.

Neuropati
Neuropati

Menjaga Kadar Gula Darah

Jagalah kadar gula darah agar tetap terkendali. Ini adalah cara terbaik untuk mencegah munculnya Neuropati yang disebabkan oleh diabetes.

Gunakan Sepatu Yang Nyaman

Sering menggunakan sepatu dengan model terlalu sempit di ujung kaki dapat mengganggu aliran darah daerah kaki yang otomatis akan menggangu fungsi saraf.

Begitu pula dengan sepatu dengan High Heels akan menyebab penyakit saraf serius yang diawali dengan kram, kebas dan kesemutan.

Neuropati
Neuropati

Mengkonsumsi vitamin Neurotropik (Vitamin B1, B6 dan B12)

Vitamin Neurotropik berfungsi untuk melindungi dan meregenerasi saraf sehingga dapat bekerja dengan baik. Konsumsi satu kali dalam sehari secara teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Berbeda dengan vitamin lainnya yang mempunyai efek samping apabila dikonsumsi secara berlebihan, vitamin B larut dalam air dan juga diserap tubuh dalam kadar kurang dari 2%, sehingga terbebas dari efek samping.

DIRGAHAYU

INDONESIAKU.

www.JENGYUNI.COM