preloder
Twiter SBY
Setelah keluarnya putusan prapengadilan perseteruan antara KPK dan Budi Gunawan (Calon Tunggal Kapolri) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (16/2/2015), mantan presiden SBY kembali berkicau di akun twitternya @SBYudhoyono.
Kalau dicermati, rangkaian kicauan SBY tersebut menekankan pada 4 hal yakni “Pemimpin/Elit, Prahara, Drama politik dan Nafsu Kekuasaan” 
Entah apa yang ada dalam benak SBY saat itu, pasalnya kicauan-kicauannya menjadi tidak biasa karena ditulis dengan bahasa permohonan atau doa disertai dengan kesedihan.

Sebagai pribadi yang pernah menjadi orang nomor satu di republik ini, memang sangatlah wajar bila SBY merasakan kesedihan yang mendalam atas kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak lagi menentramkan.

Walaupun tidak secara eksplisit, saya menafsirkan bahwa SBY merasa kecewa atas ulah tingkah para pemimpin bangsa dalam mensikapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan nasional. Lebih-lebih setelah melihat hasil sidang praperadilan Budi Gunawan Vs KPK yang menjadi pemicu munculnya prahara politik ini.


Saya sependapat dengan SBY, bahwa prahara yang muncul karena ambisi dan nafsu para pemimpin/elit yang haus akan kekuasaan. Nafsu ini telah mengabaikan hati nurani dan akal pikiran yang sehat dalam mengemban amanat rakyat.

Prahara nasional ini menyandera seluruh komponen bangsa. Mereka telah terpecah belah pada situasi pro dan kontra yang berdarah-darah. Sayang sekali, pemerintah hanya menunggu dan tidak mengambil sikap secara tegas dan cepat atas kondisi ini.

Oleh sebab itu, menjadi wajar ketika rakyat mulai membanding-bandingkan pemerintahan sekarang dengan pemerintah sebelumnya. Saya bukan anti perubahan akan tetapi kalau boleh jujur, saya lebih menyukai jaman sebelumnya dibanding dengan sekarang yang penuh dengan ketidakjelasan.

Berikut adalah kicauan SBY yang diposting dua jam setelah putusan hakim Sarpin Rizaldi yang mengabulkan permohonan praperadilan Budi Gunawan atas KPK.


“Ya Allah, beri pencerahan batin & kekuatan akal sehat kpd para elite & pemimpin bangsa, agar dpt mengambil pilihan yg tepat & bijak. *SBY*.” 

“Ya Allah, kami malu mengatakan, di balik prahara ini, ternyata banyak kisah & drama yg berkaitan dgn nafsu utk meraih kekuasaan. *SBY*.” 

“Tak semua cerita di balik layar itu kami ketahui. Tetapi Engkau Maha Tahu. Karenanya, setelah Kau berikan pelajaran, tolonglah kami. *SBY*.”

“HambaMu memohon, tuntunlah para pemimpin kami agar mengutamakan kepentingan negara, bukan kepentingan pribadi masing-masing. *SBY*”

   

paper torn

Jengyuni.com adalah personal website yang dibangun dari “ketidaktahuan” dan “keterlambatan” memasuki dunia digital. Di saat orang-orang sudah membuat startup yang menghasilan dollar bertumpuk-tumpuk,
jengyuni masih asik soscmed-an dan malah hanya membaca keberhasilan orang lain di portal-portal berita
melalui layar smartphone yang besarnya tak lebih dari 5 inc.