preloder
julia perez

Kali ini aku harus bilang “WOW” sambil jalan mundur ke kamar mandi atas keberanian seorang Julia Perez. Artis yang bernama asli Yulia Rachmawati terang-terangan “menggoda” seorang duda keren, tokoh nasional yang lagi naik daun.

Entah serius, sekedar mencari sensasi atau justru sudah disetting sedemikian rupa, julia perez di akun twitternya @juliaperrez membuat heboh dunia maya dengan “menawarkan diri” menjadi istri tokoh ini.

“Dear [email protected] , Jupe siap dipinang kapan aja Bapak mau. Bapak kan mau jadi presiden butuh istri, Jupe siap pak..#RI 1.”

Jelas yang dimaksud dengan Pak Probowo adalah Prabowo Subianto salah satu capres yang didukung oleh enam partai besar di Indonesia. Dalam waktu singkat, Prabowo pun membalas twit Jupe,

“Terima kasih untuk dukungannya selama ini, mbak @juliaperrez.”

Apakah anda mempunyai pertanyaan yang sama seperti saya yakni, bolehkah seorang perempuan menawarkan diri untuk dinikahi seorang laki-laki ?

Perspektif Sosial
Pada dasarnya tidak ada larangan bila ini terjadi. Akan tetapi lingkungan sosial terkadang masih melihat hal ini sebagai sesuatu yang “sedikit tabu”. Tetapi bukanya tidak boleh. Masalah tabu adalah masalah presepsi. Biasanya orang memandang bahwa seorang perempuan yang menawarkan diri untuk dinikahi seorang laki-laki dipandang tidak “laku” maka itu terjadi.

Adakalanya ini terjadi karena masalah perasaan yang terpendam dan terlalu lama menunggu laki-laki meminangnya. Maka untuk menemukan titik temu, perempuanlah yang mengambil inisiatif untuk memulainya.

Perspektif Agama
Menawarkan diri pada lelaki juga diijinkan dalam agama (Islam). Prasaratnya adalah laki-laki tersebut pasti agamanya dan pasti kualitas akhlaknya. Yang tidak pasti adalah hanya satu yakni, diterima atau tidak. Andai ditolak pun sebenarnya bukanlah kehinaan. Hanya menumbuhkan ladang kesabaran yang niscaya menumbuhkan pahala.

Hal ini lebih baik daripada menunggu yang tak pasti yakni tak pasti agama dan akhlaknya. Bahkan juga tak pasti pula datangnya.

Menawarkan Diri Berbeda Dengan Menghibahkan Diri
Menawarkan diri mempunyai status sama-sama tingginya dengan laki-laki. Dalam bahasa diplomasi adalah mempunyai bargain (daya tawar) yang sama. tetapi kalau mengibahkan diri mempunyai kedudukan yang rendah karena harus menyerahkan diri secara total tanpa tebusan.

Karena syarat syahnya pernikahan membutuhkan tebusan sebagai mahar maka menghibahkan diri kepada seorang lelaki tidaklah dibolehkan. Dikwatirkan nantinya si lelaki menikahi si wanita tanpa mahar dan tanpa wali. Inilah bedanya.

Dalam fenomena Jupe ini, andai kata benar, maka bila dipahami dari segi bahasanya Jupe tidak menghibahkan diri tetapi menawarkan diri. Apabila melihat prasyarat di atas, maka boleh-boleh saja dan sah-sah saja.

Sayangnya maksud jupe sepertinya hanya sekedar sensasi karena sebelumnya Jupe menulis di twitternya sebagai berikut :

“Pak @Prabowo08 itu orang yang baik dan sopan.. Dia mau jawab semua tweets penggemar..Jadi jangan salah mengartikan,,… Saya sangat hormat.”

dan

“@Prabowo08 ketika melihat bapak pidato mengingat saya akan Bung Karno.. Jadi wajar saya ngefans sama Bung Karno..dan juga Pak Prabowo”

Tetapi, apabila ini benar-benar terjadi, maukah kita mempunyai ibu negara seorang Jupe ? Kalau toh pun kita tidak mau dan menolaknya, lha memangnya yang mau menikah itu siapa ?