preloder

Wina si Penjual Rumah

Mungkin banyak yang tidak percaya bila membaca iklan di sebuah situs jual beli online yang berbunyi “Jual Rumah Bisa Ajak Pemiliknya Menikah”. Semula, sayapun mengira ini adalah pekerjaan iseng seseorang seperti halnya iklan yang menjual Kampus ISI (Institute Seni Indonesia-Yogyakarta) tempo hari.

Walhasil, ternyata iklan yang diposting di situs jual beli online terbesar di Indonesia ini adalah benar! Pemiliknya bernama Wina Lia (40th), seorang pengusaha salon di Yogyakarta, yang berjarak 3 km dari rumah saya. Dalam sebuah wawancara dengan koran lokal, Wina mengaku memang benar-benar berniat menjual rumah sekaligus mencari suami. Dia tidak mencari sensasi bahkan tidak menyangka jika iklannya itu menjadi perbincangan di media sosial.

Penawaran rumah yang berada di Randu Gunting Taman Martani Kalasan Sleman ini cukup fantastis yakni Pp. 1.000.000.000. Kalau melihat luas tanah, spesifikasi bangunan serta lokasi, harga segede itu memang tergolong mahal, tetapi tidak bila sekaligus menikahi pemiliknya yang masih cantik diusia yang sudah memasuki kepala 4 ini.

Lalu, apa alasan Wina menjual rumah ? Setidaknya ada dua keinginan yakni
pertama memenuhi nadzar dan permintaan ibunya sebelum meninggal (2012) untuk membangun rumah yang ditempati saat ini.
Kedua, mencari pendamping hidup yang mampu menjadi imam dalam rumah tangganya. Wina mengakui kalau sudah dua kali gagal dalam membangun hubungan.

Patut diapresiasi kecerdikan Wina ini. Apabila berhasil, dia akan mendapatkan 3 keuntungan sekaligus yakni tetap memiliki rumah sebagai istri dari pembeli, mendapatkan jodoh/suami dan mendapatkan uang 1 milyar.

Sampai saat ini, iklan yang diposting sejak tanggal 7 maret 2014 telah dilihat sebanyak 534 pengunjung. Nah, untuk bisa memiliki rumah sekaligus menikahi pemiliknya, Wina akan melakukan seleksi ketat dengan syarat-syarat tertentu diantaranya adalah tidak menawar, single (duda/jejaka) dan bertanggung jawab kepada keluarga.

Monggo, apabila ada yang berminat ?

Wina 1

Wina 2

 

paper torn

Jengyuni.com adalah personal website yang dibangun dari β€œketidaktahuan” dan β€œketerlambatan” memasuki dunia digital. Di saat orang-orang sudah membuat startup yang menghasilan dollar bertumpuk-tumpuk,
jengyuni masih asik soscmed-an dan malah hanya membaca keberhasilan orang lain di portal-portal berita
melalui layar smartphone yang besarnya tak lebih dari 5 inc.