preloder
X-Factor USA

Tahukah anda dengan Susan Boyle, kontestan jebolan Britains Got Talent 2009 yang pada saat audisi awal sempat dicemooh oleh juri karena alasan physically dan umur ?

Perempuan yang bernama lengkap Susan Magdalane Boyle akhirnya menunjukkan kualitas vocalnya yang mencengangkan, tidak hanya bagi juri tetapi seluruh Inggris. Bahkan sebelum lagu “I Dreamed a Dream” (Les Misérables) selesai dinyanyikan, Susan mendapatkan “Standing Ovation” dari juri dan penonton.

Sayang sekali suara emas Susan tidak mampu mengantarkannya menjadi pemenang kontes pencarian bakat tersebut. Pada babak final, Susan harus kalah dengan Diversity.

 

Walaupun demikian berkah kesederhanaan dan suara emasnya diganjar kontrak rekaman dengan lebel kelas dunia yakni Sony Music untuk mendaur ulang lagu I Dreamed a Dream yang di bawakannya pada saat audisi. Wow….

Kisah-kisah inspiratif seperti ini hampir terjadi disetiap kompetisi menyanyi di banyak negara. Masih pada X-Factor tahun 2012 di Inggris ada Shy Boy, laki-lagi super gemuk yang mempunyai berat badan entah berapa kilogram. Laki-laki ini mampu menyanyikan lagu seriosa berjudul The Prayer yang sangat memukau dan mengharukan. Sedangkan di Amarika memunculkan nama Shiane Hawke. Gadis 14 tahun dengan postur tubuh bongsor ini juga berhasil memukau penonton dan juri hingga lolos ke babak final X-Factor America.

Dibelahan bumi yang lain, Ukraina, ada lelaki tua beruban dengan nama Jakob Golovko yang mempunyai suara tak kalah seru dengan Louis Armstrong, penyanyi asli lagu What A Wonderful World. Di Korea ada laki-laki tuna wisma berumur 22 tahun bernama lengkap Choi-Sung Boong yang membuat juri menangis dengan suaranya. Kalau di Indonesia [mungkin] ada Aty dari Kepulauan Selayar yang menjadi Runner Up D’Academy Indosia 2014 atau Shena Malsiana dari X-Factor Indonesia yang sudah sedemikian apik mengaransement ulang Tak Gendong-nya Mbah Surip menjadi lagu Jazz dan Kantoi ( Zee Avi ).

Anda mungkin juga akan terkesan dengan Panda Ross, perempuan kulit hitam beranak dua yang mempunyai tubuh sedemikian gendut. Panda Ross juga menjadi bahan tertawaan juri saat pertama audisi. Simon, Britney Spears dan juri lainnya. Bisa jadi hampir serupa kasusnya dengan Susan yang mempunyai penampilan tidak menjual saat audisi. Tetapi mereka semua mempunyai kemampuan yang luar biasa, berbanding terbalik dengan fisik yang dimilikinya.

Ada catatan menarik bagi saya kait kejadian-kejadian tersebut. Pertama, di beberapa negara yang menjunjung tinggi sebuah kualitas, penampilan fisik menjadi tolak ukur yang ke-17, paling tidak gambaran ini bisa kita lihat dari kompetisi-kompetisi bakat yang popoler sejak tahun 2008. Silahkan anda surfing di youtube dengan key Amazing Voice Audition atau Shocking Voice Audition.

Kedua, Barangkali bisa menjadi bahan perenungan bersama bahwasannya sangat tidak fair bila kita ‘menghakimi’ seseorang hanya dari penampilan fisiknya saja. Beberapa Kisah diatas menunjukkan bahwa penampilan fisik sangat mudah menipu dan menutupi kemampuan seseorang yang sesungguhnya. Walaupun demikian benar apa kata pepatah bahwasannya mutiara tetaplah mutiara, akan tetap bekilauan walau terbalut lumpur.

Bisa jadi apa yang terlihat baik dalam pandangan kita sesungguhnya mempunyai isi yang buruk dan busuk. Begitu pula sebaliknya. Dalam keyakinan apapun juga mengajarkan hal ini. Saya jadi teringat pesan (alm) Ayah yang mengajarkan untuk tidak menghina orang lain sekalipun dia adalah seorang pengemis, pencuri atau pelacur sekalipun. Kenapa ?

Bila akhir sebuah kehidupan adalah kematian, maka belum tentu kematian kita lebih baik dari mereka. Orang bisa berubah kapanpun juga, tergantung hidayah dari Tuhan Semesta Alam. Jadi, jangan melihat dari Bungkusnya !

Wallahu’alam bishowab.

Paling Cantik dan Fashionable
Sedunia !

Cari Tahu di sini !

Smartphone Idaman 2018

Pin It on Pinterest