preloder

Luwih enak Jamanku

 

Luwih Enak Jamanmu – Hidup di Indonesia memang aneh ! bukanya berempati atas musibah jatuhnya crane di Mekah Al Mukarromah yang hingga saat ini telah memakan korban 11 jemaah haji Indonesia dan melukai puluhan orang, eh..orang-orang top di pemerintahan dan legislatif malah ribut sak karepe dewe bergunjing tentang pertemuan Setyo Novanto cs dengan Donald Trump hingga jam tangan Setyo Novanto yang konon berharga milyaran rupiah.

Dan, ketika kabut asap menjadi petaka nasional karena menjadi ancaman sosial dan ekonomi di sebagian besar Kalimantan dan Sumatera, eh..orang-orang penting masih saja ribut tentang pencopotan Komjen Buwas (Budi Waseso) hingga aksi koboi RJ Lino yang protes karena kantornya diobok-obok oleh Bareskrim.

Tahu ‘gak sih, rakyat bosan melihat tingkah laku kekanak-kanakan bapak-bapak legislator dan pejabat negara yang hanya melakukan hal-hal kecil daripada hal-hal besar yang sesungguhnya ditunggu oleh rakyat dalam rangka perbaikan taraf hidupnya. Sampeyan kan tahu, bahwa daya beli masyarakat yang hancur akibat melemahnya Rupiah terhadap Dolllar telah mencabik-cabik perekonomian dan semakin membebani rakyat banyak. Trus, solusi apa yang benar-benar sampeyan rumuskan ?

Hidup di Indonesia tidak lagi mudah, tetapi semakin berat saja. Reformasi 1998 ternyata melahirkan kesia-siaan karena setelahnya, entah sudah berapa periode pemerintahan, ternyata gagal mengantarkan rakyat ke gerbang kesejahteraan. Andaikan Soeharto masih hidup pasti mencibir dengan suara keras “Piye Le, luwih enak jamanku, tho ? Bensin isih Rp. 450 perak, Beras murah ora kekurangan, garam ora import, sapi ora import dan bla..bla..bla…,”

Kalau jaman sudah seperti ini, rakyat berhayal ada Doraemon dimana-mana yang mampu membantu mencukupi kebutuhan hidup melalui kantong ajaibnya. Sehingga, setiap saat rakyat bahagia dan selalu berpelukan seperti Teletabies.

Mbok ya, mereka yang diberi amanat itu serius memikirkan rakyat, gitu lo. Jangan hanya gagah-gagahan ketika sudah menjadi wakil dan pemimpin rakyat. Kalau rakyat sudah menyumpahi, hati-hati, itu akan menjadi azab yang pedih kelak.

paper torn

Jengyuni.com adalah personal website yang dibangun dari “ketidaktahuan” dan “keterlambatan” memasuki dunia digital. Di saat orang-orang sudah membuat startup yang menghasilan dollar bertumpuk-tumpuk,
jengyuni masih asik soscmed-an dan malah hanya membaca keberhasilan orang lain di portal-portal berita
melalui layar smartphone yang besarnya tak lebih dari 5 inc.