preloder
vatican

Ketika belahan dunia lain sorak-sorai dan bertepuk tangan gembira karena euporia piala dunia, dibelahan yang lain telah terjadi tragedi kemanusiaan yakni pembantaian anak-anak manusia dalam perebutan wilayah tempat tinggal.

Jalur gaza kembali membara semenjak senin (7/7). Rudal-rudal zionis Israil dengan brutal meluluhlantakkan pemukiman padat penduduk. Hingga kini korban mati shahid sudah ratusan orang. Kebanyakan mereka adalah wanita dan anak-anak yang tidak berdosa.

Agresi militer Israil itu diberi nama “Operation Protective Edge”. Operasi militer diluar perikemanuasiaan dan telah melanggar Hukum Perang Internasional karena menjadikan pemukiman penduduk sipil sebagai target sasaran rudal-rudalnya.

“Gaza berada di ujung pisau. Situasi memburuk bak spiral yang berpusar ke bawah yang bisa dengan cepat berada di luar kendali siapa pun,” Kata Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon. “Risiko kekerasan sekarang akan berkembang lebih jauh adalah nyata. (Padahal), Gaza dan wilayah (Timur Tengah) secara keseluruhan tak akan mampu menanggung letusan perang lagi.” Lanjut Ki-moon.

Kecaman demi kecaman dunia internasional tidak menghentikan aksi keji militer Israel ini. Dalam kesempatan lain, Perdana Menteri Rezim Zionis Benyamin Netanyahu menegaskan untuk tetap melanjutkan pembunuhan massal warga Palestina ini. Naudzubillah Min Dzalik !

Sangat disayangkan, ditengah-tengah penduduk palestina berjuang menghindari hujan peluru dan roket untuk mempertahankan hidup, sebagian orang lain justru lebih menghormati Piala Dunia! Lihat saja bagaimana Vatican menyerukan agar diadakan genjatan senjata selama Final Piala Dunia (13/7).

” Vatican Calls For Global Ceasefire During World Cup Final With #PauseForPeace Hashtag “
(www.huffingtonpost.com)

Vatican calls for global ceasefire during #WorldCup final with #PauseForPeace hashtag http://t.co/IenCztOGEx
— HuffPost Religion (@HuffPostRelig) July 11, 2014

Himbauan macam apakah ini. Sangat menyakitkan dan melukai ! Sungguh tidak mempunyai rasa empati sama sekali atas gelimpang mayat-mayat di tanah palestina. Sepertinya nyawa rakyat Palestina tidak lebih berharga dibandingkan euporia pesta sepak bola Piala Dunia saat ini.

Sejatinya Palestina, Suriah dan Ukraina tidak membutuhkan himbauan dan seruan seperti itu. Penduduk di negara ini juga tidak lagi membutuhkan dukungan dengan kata-kata kutukan, hujatan dan cercaan atas aksi brutal para ‘penjajah kemanusiaan’ dinegaranya.

Mereka menunggu tindakan nyata dari negara-negara yang masih mempunyai hati atas tragedi kemanusiaan ini. Mereka sangat mengharap penyelesaian dari lembaga penjaga perdamaian dunia (PBB) dan lembaga-sub-ordinat dibawahnya seperti UNHCR, UNICEF, IRC, dll. Karena Palestina telah menjadi bagian dari negara-negara merdeka.

Hentikan basa-basi, omong kosong dan himbauan-himbauan yang justru menimbulkan luka.

#STOPBULLSHITFORPALESTINE #SAVEPALESTINENOW

Indonesian Red Cross
1. Nama Bank : MANDIRI, Cabang : KCP JKT KRAKATAU STEEL, Atas Nama : Palang Merah Indonesia, No. Rekening : 070-00-0011601-7 #ForPalestine
2. Nama Bank : BCA, Cabang : KCU THAMRIN, Atas Nama : Kantor Pusat PMI, No. Rekening : 206.300668.8 #ForPalestine
3. Nama Bank : BRI, Cabang : KC Pancoran, Atas Nama : Palang Merah Indonesia, NO. Rekening : 0390-01-000030-30-3 #ForPalestine