preloder
doa yang mengancam

Sebagai pengguna aplikasi chating BBM, Whatapps, Line, dan sebagainya, tentu saja tidak terlepas dari “kutukan abadi” yang bernama BROADCAST. Bisa jadi, dalam satu hari kita bisa mendapatkan pesan berantai itu hingga berkali-kali.

Uniknya pesan berantai itu tak kenal waktu. Datangnya tanpa permisi pagi, siang, sore bahkan tengah malam.Tetapi perlu disadari bahwa begitulah resiko hidup berkomunitas. Artinya jangan pakai apikasi chating kalau tidak mau mendapatkan Broadcast.

Sayangnya, tidak semua isi brodcast bermanfaat. Bahkan isinya kadang hanya berbunyi “Just TC, abaikan.!”. – Piye perasaanmu kalau begini ?

Ada juga isi broadcast yang seolah isinya benar tetapi justru membahayakan keimanan seseorang. Contohnya seperti dibawah ini, yang saya terima tadi pagi.

“Doa yg indah hanya pada wanita2 yg tersayang di bulan maulid ini. Ya Allah.., wanita yg membaca ini adalah wanita yg sholeha, yg cantik, kuat dan sabar.. Sayangilah dia, tolong bantu tingkatkan kehidupannya, mudahkan rezekinya, sehatkan badannya.. Jika dia sedang melangkah mudahkan langkahnya dan selamatkan dia.. Aamiin YRA.. ( kirimkan ke 9 wanita yg kamu sayangi, insya Allah dalam waktu 9 menit hidupmu akan bahagia, karena 9 wanita itu juga mendoakanmu kalau tidak anda akan celaka )“

Dimana letak bahayanya?

Sayangnya, tidak semua isi brodcast bermanfaat. Bahkan isinya kadang hanya berbunyi “Just TC, abaikan.!”. –

Adalah pada susunan kalimat dalam kurung itu. Menurut saya, broadcast ini salah dan menyesatkan karena doa yang baik bercampur dengan ancaman. Islam tidak mengajarkan doa yang mengancam seperti itu.

Bagi si penerima yang tidak memahaminya dengan baik, pasti ikut-ikutan membroadcast juga. Akhirnya, motivasi broadcast yang seharusnya mendapatkan hikmah sebuah doa karena diaminkan oleh penerima, berubah menjadi rasa takut kena musibah bila tidak menyebarkan kembali. Inilah yang membahayakan dan menyesatkan. Tidak ada ceritanya musibah menimpa kita karena hal beginian.

Sebaiknya kita berhati-hati dan mensikapi secara bijak broadcast yang masuk di gadget kita. Jangan keburu membroadcast ulang sebelum menelaah lebih dulu isinya, terutama yang berisi esensi sebuah keyakinan. Bisa-bisa kita terjerumus kearah syirik kecil karena mempercayai sesuatu yang tidak dianjurkan agama.

Menurut Anda ?