0%
Bersabar ya. Jengyuni lagi nyiapin teh, kopi, dan kacang rebus untukmu.

HALO PARA 

RENEGADE

AYO IKUTAN LOMBA MENULIS BLOG BULANAN DUMET SCHOOL

kamera

B agi seorang blogger, kadang me-nyaru menjadi blogger “Renegade” dengan mengikuti berbagai lomba menulis blog adalah hal wajar.

Ya. Seperti peribahasa sekali merengkuh dayung dua-tiga pulau terlampuai.  Selain “berpotensi” memberikan asupan gizi baik bagi dompet, lomba menulis blog juga mendorong menghasilkan tulisan yang monumental bagi dunia. Lha kok bisa ? 

Sampeyan boleh percaya atau tidak, postingan blog yang diikutkan lomba pasti selalu berkualitas. Tentu saja karena dibuat dengan effort yang sangat keras.

Seorang blogger bisa jadi mesti melakukan riset yang mendalam atau setidaknya membaca literatur dan referensi dari berbagai sumber.

 

Setelah itu merangkai kata demi kata dengan hati-hati sehingga menjadi sebuat artikel yang asik untuk ditelaah, lengkap dengan data-data pendukung seperti infografis, foto, video dan lain sebagainya.

Nah, untuk membuatnya tak jarang seorang blogger sampai begadang hingga larut malam, menghabiskan bergelas-gelas kopi serta berbungkus-bungkus camilan bagi yang tak mau ribet ngrebus sendiri ubi atau kacang.

Keuntungan lain, mengikuti lomba menulis blog memembantu menaikkan traffict blog. Siapapun tahu kalau ini bagus dalam pandangan google. 

Ya. Umumnya peserta lain juga “mengintip” postingan kita, walaupun banyak yang tidak meninggalkan jejak dalam komentar. Acungkan jempol kalau sampeyan setuju !

Nah, tiap bulan hadir berbagai macam lomba menulis blog yang bisa diikuti.

Namun, kalau sampeyan merasa sebagai blogger renegade, rasa-rasanya gak seru kalau tidak mengikuti Lomba Menulis Blog yang diadakan oleh Dumet School.

Lomba menulis blog ini menjadi salah satu favorit para blogger di Indonesia. Kenapa ?

Coba sampeyan baca 6 (enam) hal berikut ini,

Tombol EXIT ada di akhir slide

DUMET SCHOOL

Sebelum berlanjut ke artikel,
Yuk, kita baca dulu beberapa hal
tentang...

Mr. Rendra Sedoya

Owner

Owner

Mr. Arya Febrian

TEMPAT KURSUS
FAVORIT & TERBAIK

Dumet school adalah tempat kursus terbaik dan terpercaya di Jakarta bahkan di Indonesia.

Tempat kursus ini menjadi favorit semua orang untuk belajar jadi web master, web programming, digital marketing, desain grafis dan motion graphic.

Sebagai tempat kursus favorit, jangan heran kalau sampai saat ini Dumet School telah memiliki 8.000 orang dari berbagai profesi.

Mereka yang kursus di Dumet School tak hanya pelajar dan mahasiswa saja tetapi juga para guru, dosen, staff profesional, freelancer, dll yang berasal dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri.

KENAPA
MENJADI FAVORIT ?

Jadwal Kursus Fleksibel
Peserta kursus (murid) bebas memilih jam kursus sesuai yang dikehendaki

Semi Private
Walaupun cuman satu murid yang belajar, kelas tetap dimulai.

100% Dijamin Sampai Bisa
Waktu (Periode) kursus bagi murid tidak dibatasi oleh waktu dan terus dibimbing sampai bisa

Instruktur Berpengalaman
Setiap program kursus diampu oleh instruktur yang terdidik dan berpengalaman

Gratis Konsultasi Seumur Hidup
Walaupun sudah lulus, alumninya pun masih disupport seumur hidup.

Kelapa Gading
Rukan Artha Gading Niaga Blok i - 23, Jalan Boulevard Artha Gading Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240 (Belakang Mall Artha Gading) Telp: (021) 4585-0387

Grogol
Ruko Jalan Taman Daan Mogot Raya No. 23 Kel. Tanjung Duren Utara Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat 11470 (Belakang Mall Citraland dan Kampus UNTAR II) Telp: (021) 2941-1188

Tebet
Rukan Crown Palace Blok A no 12, Jl Prof Dr Soepomo no 231 (Samping Universitas Sahid). Kec. Tebet, Kel. Menteng Dalam (± 1 Menit dari Tugu Pancoran) Jakarta Selatan 12870 Telp: (021) 2298-3886

Srengseng
Ruko Permata Regensi Blok B - 18, Jalan Haji Kelik Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11630 (Depan Hutan Kota Srengseng) Telp: (021) 5890-8355

Depok
Ruko Jalan Kartini Raya No. 53 Pancoran Mas, Depok 16436 (± 5 Menit dari Kantor Walikota Depok) Telp: (021) 7720-7657

CABANG

01

Let’s Rock !
Lomba Menulis Blog Dumet School, Bukan Lomba SEO

BIsa jadi, banyak blogger Renegade  “langsung senep” kalau denger lomba menulis blog yang ada embel-embelnya SEO. Melirik saja mungkin enggak.

Ah, Itu termasuk saya. Swear, saya terpaksa harus mundur teratur dengan lomba-lomba blog SEO.

Butuh ketelatenan dan pengetahuan lebih lanjut untuk optimasi artikel agar bisa nangkring di posisi teratas halaman pencarian google.

Mungkin harus ikut kursus Digital Marketing dulu sama Bapak Agustinus Heribertus, salah satu instruktur di Dumet School, untuk bisa memenangkan lomba blog SEO.

Nah Khabar baiknya, Lomba Menulis Blog Dumet School itu BUKAN lomba SEO.

Karena bukan lomba blog SEO maka kita tidak perlu repot-repot mikirin “keyword” dan strategi-strategi SEO untuk menjadi seorang pemenang dalam lomba blog ini.

Namun, walaupun bukan lomba SEO tetapi dalam artikel lomba tetap memiliki beberapa kata kunci, (saya menyebutnya sebagai text anchor) dengan linkback ke halaman-halaman tertentu dalam website resmi Dumet School (dumetschool.com), sesuai dengan permintaan.

LOMBA MENULIS BLOG

02

Be Happy !
Diselenggarakan Setiap Bulan &
Bisa Menang Berkali-kali

Tiap Bulan ? Ya. Sumpah deh ! Lomba menulis blog Dumet School ini diselenggarakan secara reguler setiap bulan per tanggal 1 hingga tanggal 25 dan pemenangnya diumumkan tanggal 29.

Dan ini sudah diselenggarakan sejak bulan Maret 2017. Kalau dihitung-hitung berarti sudah hampir dua tahun, tuh.

Menariknya, setiap blogger boleh ikutan tiap bulan, dengan perlakuan yang sama dan boleh mengirimkan artikelnya lebih dari satu (maksimal 3 artikel/bulan).

Makanya jangan heran kalau peserta lomba menulis blog Dumet School ini bisa menang berkali-kali. Nah loh, maksudnya ?

Maksudnya itu, misal bulan ini kita ikutan dan menang (masuk The Best Ten), maka kalau bulan depan kita ikutan lagi tetap punya kans bisa menang juga. Kok bisa begitu ?

Ya. Karena Dumet School menghargai jerih payah kita, lagian tema lomba kan berbeda-beda setiap bulannya.

Nah, karena setiap bulan tema lomba berbeda-beda maka tingkat kesulitannya pun berbeda-beda pula.

Tetapi, artikel yang diikutkan lomba memang kudu bagus, original, sesuai dengan syarat & ketentuan lomba, memenuhi ekspektasi juri dan yang paling menentukan adalah doa kita didengar sama Tuhan.

Timeline Lomba Dumet School

03

Satu Nusa Satu ,
Semua Blogger Boleh Ikutan

Tak ada perbedaan perlakuan dalam lomba menulis blog Dumet School ini.

Semua entitas blogger se-Indonesia Raya yang mengakui Satu Nusa Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia, boleh ikutan.

Pun juga, tak ada bedanya kalau sampeyan itu blogger mastah (istilah yang “aneh” menurut saya), blogger setengah mastah atau blogger baru tiga bulan, semua boleh ikutan. Bebas sebebas-bebasnya. Party separty-partynya.

Tenang saja. Gak melulu mereka yang disebut blogger mastah bisa masuk 10 besar dalam lomba blog ini.

Semua mempunyai kans yang sama untuk menang. Buktinya saya.

Alhamdulillah, berbekal menulis cerita pengalaman sendiri, saya beruntung masuk 3 besar pada periode Mei 2017 dan 10 besar pada periode Agustus 2018.

Itu membuktikan bahwa “status” tidaklah menentukan dalam lomba blog Dumet School ini. Ibarat peribahasa itu “Duduk sama Rendah, Berdiri sama Tinggi”.

Sekali lagi, ini karena temanya berbeda-beda setiap bulan dengan tingkat kesulitan yang juga berbeda pula.

 

Ilustrasi Dumet School

04

Ini Pasti Yang Dicari !
Hadiah Uang Tunai & Pulsa

Ketika mengikuti lomba blog pasti yang dilirik adalah apa sih hadiahnya. Ada yang tertarik dengan hadiah produk, tetapi tak sedikit pula yang lebih menyukai hadiah “mentahan” alias uang.

AR(*%GHH$^&!!!!…, duit memang bikin mata berbinar-binar, bener gak sih?

Nah, Lomba menulis blog Dumet School ini berhadiah uang tunai untuk 3 orang dan pulsa bagi 10 orang yang dinyatakan sebagai pemenang favorit.

Jerih payah bikin artikel akan terbayar dengan uang Rp. 1.000.000 bila bisa juara pertama.

Bagi saya hadiah uang segitu sudah gede banget apalagi disaat sullit seperti saat ini. Buat ntraktir orang se-RT saja masih ada kembalian, tuh.

Nah, untuk Juara dua dan ketiga hadiahnya juga uang masing-masing Rp. 750.000 dan Rp. 250.000. Sedangkan untuk 7  pemenang favorit (4-10) dapet pulsa Rp. 50.000. Lumayan banget, kan ?

Jujur. Pas dapet juara pertama, hadiah dari Dumet School saya buat bayar Indihome dan tagihan listrik. Selebihnya saya buat beli kebutuhan “Si Baby Ganteng” Amarendra, anak ketiga saya yang sekarang berumur 6 bulan.

Yah, ndilalah saja usaha memang lagi sepi dan banyak kebutuhan saat itu. Hadiah Dumet School menolong saya banget. Kalau tidak, mungkin Indihome rumah saya sudah keblokir. (Sekarang tanggal 21 sudah keblokir)

Eh, malah curhat.  Pokoknya sampeyan juga mesti ikutan.

instruktur website

05

Pengumuman Pemenang &
Realisasi Hadiah ‘Gak Pakai Lama

Selama beberapa kali saya mencoba “mencari peruntungan lewat lomba menulis blog”, yang bikin nepuk jidat sendiri itu biasanya ada 3 (tiga) hal.

Kalau tidak deadline lombanya dan pengumumannya diperpanjang hingga bermingu-minggu, juga realisasi hadiahnya juga lama banget.

Tapi begitulah asiknya mengikuti lomba blog. 

Tetapi, tiga “permasalahan kronis” lomba blog tersebut tidak bakal terjadi bila kita mengikuti lomba menulis blog Dumet School.

Pengalaman saya, lomba menulis blog Dumet School itu telah di-arrange dengan baik.

Jadi, mulai dari pendaftaran lomba, pengumuman pemenang lomba hingga realisasi hadiah lomba relatif cepat, ndak pakai lama.

Kalau ada penundaan karena sebab tertentu gak bakal sampai bermingu-minggu.

Ilustrasi umumnya, begitu tanggal 29-31 diumumkan juaranya, maksimal 2X24 jam hadiah langsung direalisasikan (transfer).

Ini yang membedakan lomba menulis blog Dumet School dengan yang lainnya.

 

Bagi saya, Ini cukup memberikan gambaran kalau Dumet School itu sebuah tempat kursus yang menerapkan sistem perusahaan (organisasi) modern. Saya menyebutnya “Organization Driven by System”. 

Maka tidak heran kalau menjadi favorit dengan jumlah alumni hingga 8.000 orang.

realisasi hadiah

06

Para Jawara Masuk “Hall of Fame”
Ala Dumet School

Nah, keuntungan lain kalau beruntung masuk dalam “The Best Ten” lomba menulis blog Dumet School adalah nama kita masuk dalam Hall of Fame.

Hall of fame ini memberikan backlink hidup dan berkualitas yang mengarah langsung ke blog kita. Kata para pakar SEO yang pernah saya dengar, backlink berkualitas itu bagus untuk membangun otoritas situs kita dalam pandangan SEO.  Apalagi website Dumet School ini salah satu website dengan authority tinggi.

TIMELINE of

CHAMPION

Juara 1: Muhammad Harpani dari Banyuasin (Sumatra Selatan) Juara 2: Rizki Vadilla dari Jember (Jawa Timur) Juara 3: Anjar Setyoko dari Tanah Grogot (Kalimantan Timur)

2017

2018

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Agust

Sept

Okt

Nop

Des

Jan

Agust

Sept

Okt

Nop

Des

Juara 1: Muhammad Harpani dari Banyuasin (Sumatra Selatan) Juara 2: Rizki Vadilla dari Jember (Jawa Timur) Juara 3: Anjar Setyoko dari Tanah Grogot (Kalimantan Timur)

Juara 1: Irwin Andriyanto (Tangerang) Juara 2: Faathir Muhammad (Depok) Juara 3: Rizky Fachrido (Depok)

Juara 1: Yuni Andriyani Juara 2: Muhammad Nur Ardi Handayat Juara 3: Lucky Caesar Direstiyani

Juara 1: Muhammad Irfan Juara 2: Zul Firman Tanjung Juara 3: Dede Sobirin

Juara 1: Anggraini Arda Sitepu (Medan) Juara 2: Nisful Ardi (Lampung Tengah) Juara 3: Handiko Rahman Pebrianto (Semarang) Juara 4: Reksa Andhika (Serang) Juara 5: Dirga Enggar Prastowo (Surabaya) Juara 6: Damar Y. Firmanto (Magelang) Juara 7: Sodiko Hidayad (Probolinggo) Juara 8: Dwi Andika Pratama (Bogor) Juara 9: Akhmad Helmi Irfansah (Gresik) Juara 10: Thurneysen (Bekasi)

Juara 1: Agung Kharisma Juara 2: Muhammad Fadillah Arsa Juara 3: Khoirun Nizam Juara 4: Wukuf Dilvan Rafa Juara 5: Khairunisa Maslichul Juara 6: Lucky Caesar Direstiyani Juara 7: Thurneysen Juara 8: Abdul Hayyi Juara 9: Siti Faridah Juara 10: Dewi Pannadhika

Juara 1: Muhammad Irfan, Banda Aceh Juara 2: Muhammad Fadillah Arsa, Bandung Juara 3: Thurneysen S., Bekasi Juara 4: Khairunisa Maslichul, Bogor Juara 5: Yulia Marza, Batam Juara 6: Yuranda Mohamad, Depok Juara 7: Achmad Rifaldo, Padang Juara 8: Agung Kharisma, Jakarta Juara 9: Khoirun Nizam, Tulungagung Juara 10: Evi Erika Puspitasari, Probolinggo

Juara 1: Ulfah Oktarida Sihaloho, Sumedang Juara 2: Agung Kharisma, Jakarta Juara 3: Hotlas Mora Sinaga, Jakarta Juara 4: Muhammad Fadillah Arsa, Bandung Juara 5: Deny Oey, Jakarta Juara 6: Rizki Vadilla, Jember Juara 7: Akhmad Helmi Irfansah, Gresik Juara 8: Adhi Hermawan, Jakarta Juara 9: Dwi Nanda, Nganjuk Juara 10: Farida Zulkaidah Pane, Semarang

Juara 1: Muhammad Fadillah Arsa, Bandung Juara 2: Abdur Rahman, Sumenep Juara 3: Agung Kharisma, Jakarta Juara 4: Mildaini, Bengkulu Juara 5: Achicha Wahyunani, Yogyakarta Juara 6: Nikolas Krisma Hadi Fernandez, Jakarta Juara 7: Alan Aditiya Pratama, Yogyakarta Juara 8: Ahmad Sufyan Tsauri Lombok Timur Juara 9: Artha Maula Amalia, Sidoarjo Juara 10: Dewi Pannadhika, Bekasi

Juara 1: M Dwi Nanda, Nganjuk Juara 2: Amir Mahmud, Kebumen Juara 3: Muhammad Fadillah Arsa, Kabupaten Bandung Juara 4: Agung Kharisma, Jakarta Juara 5: Rika Mayasari Harahap, Padangsidimpuan (Sumatera Utara) Juara 6: Yulia Marza, Batam Juara 7: Rizki Vadilla, Jember Juara 8: Christian Evan Chandra, Jakarta Utara Juara 9: Mildaini, Bengkulu Juara 10: Gatot Swandito, Cirebon

Juara 1: Rhoshandhayani KT, Lumajang Juara 2: Adhi Hermawan, Jakarta Juara 3: Yasinta Astuti, Bandung Juara 4: Amir Mahmud, Kebumen Juara 5: Muhammad Fadillah Arsa, Kabupaten Bandung Juara 6: Zulfianto Biahimo, Gorontalo Juara 7: Khoirun Nizam, Tulungagung Juara 8: Jovie Candra Purnama, Situbondo Juara 9: Muhammad Reza Harahap, Pekanbaru Juara 10: Agung Kharisma, Jakarta

Juara 1: Yuni Andriani, Yogyakarta Juara 2: Jovie Candra Purnama, Situbondo Juara 3: Roy Junaidi Nasution, Aceh Juara 4: Yasinta Astuti, Bandung Juara 5: Muchammad Badrul Muhayad, Demak Juara 6: Khoirun Nizam, Surabaya Juara 7: Ika Maya Susanti, Lamongan Juara 8: Amru Daulay, Depok Juara 9: Muhammad Arief Ardiansyah, Bandung Juara 10: Agung Kharisma, Jakarta

Juara 1: Jovie Candra P, Situbondo Juara 2: Adhi Hermawan, Jakarta Juara 3: Isnaini Khomarudin, Lamongan Juara 4: Anggraini Arda Sitepu, Medan Juara 5: Alan Aditiya Pratama, Yogyakarta Juara 6: Thurneysen S, Bekasi Juara 7: Anis Pustariya, Tulungagung Juara 8: Afriza Hanifa, Depok Juara 9: Siti Faridah, Kendal Juara 10: Euis Nur Aprianingsih, Depok

Juara 1: Isnaini Khomarudin, Lamongan Juara 2: Adhi Hermawan, Jakarta Juara 3: Amir Mahmud, Kebumen Juara 4: Muhammad Fadillah Arsa, Bandung Juara 5: Handiko Rahman Pebrianto, Semarang Juara 6: Abdur Rahman, Sumenep Juara 7: Anis Pustariya, Tulungagung Juara 8: Indra Yanuanda, Kota Banjar Juara 9: Sarif Hidayat, Yogyakarta Juara 10: Aprilia Fatmawati, Pacitan

Juara 1: Khoirun Nizam, Surabaya Juara 2: Aprilia Fatmawati, Pacitan Juara 3: Evi Erika Puspitasari, Probolinggo Juara 4: Yulia Marza, Batam Juara 5: Anis Pustariya, Tulungagung Juara 6: Tia Widiastuti, Tangerang Juara 7: Fatimah, Banda Aceh Juara 8: Salohot Nasution, Aceh Timur Juara 9: Sarif Hidayat, Yogyakarta Juara 10: I Made Hangga Aksara, Bogor

MAY BE YOU, MAY BE ME, MAY BE AND MAY BE....

*Pemenang terbanyak dihitung dari berapa kali blogger yang bersangkutam masuk dalam “The Best Ten” dengan mengabaikan posisi apakah sebagai 3 pemenang utama atau 7 pemenang favorit. 

Bagaimana
Menjadi Lomba Menulis
Blog Dumet School ?

Ikutan lomba blog jaman sekarang itu memang “ngeri-ngeri sedap”. 

Maksudnya ?

Maksud saya itu, kadang kita pikir artikel yang kita ikutkan lomba itu  sudah bagus tetapi pas diumumkan malah terjungkal berdarah-darah.

Di lain waktu, kita juga merasa kalau artikel mestinya biasa-biasa saja, eh pas diumumin malah menang. Benar gak sih ?

Ya. Ada faktor luck yang tak bisa diabaikan disamping effort yang keras.

Tapi saya percaya kok kalau usaha tak pernah mengkhianati hasil.

Yang penting sudah usaha dan selebihnya adalah Tawakal (berdo’a dan berpasrah diri pada ketentuan Tuhan Semesta Alam)

Nah sebagai bagian dari usaha, biar effort kita berbuah manis semanis permen Nestle Smarties, yang hanya ada di negerinya Ratu Elizabeth, maka kita mesti tahu tips-tipnya.

Aih, beruntung banget kita karena Dumet School mau ngasih tips-tips penting agar bisa juara.

Ini dia tipsnya !

TIPS #1
Dumet School bilang kalau Judul artikel mesti unik, kreatif, menarik dan beda dengan judul artikel dari para peserta lain

TIPS #2

Selain itu, Dumet School juga menghendaki kalau artikel yang dilombakan harus original, hasil karya sendiri dan menarik untuk dibaca.

TIPS #3
Dumet School juga kasih saran, sedapat mungkin artikel gak hanya tulisan saja. Agar lebih menarik mintanya dikasih gambar atau atau video.
Tips #4
Jangan lupa artikelnya juga kudu di share di facebook dan medsos lainnya.
TIPS #5
Dan yang paling penting, Dumet School minta bahwa semua peserta mesti mengikuti semua syarat, ketentuan dan peraturan yang sudah ditetapkan.

Akhirnya,

Well, akhirnya saya harus akhiri sharing ini sampai di sini dulu ya. Terima kasih telah membaca tulisan tentang Lomba Menulis Blog Dumet School ini.

Ambil yang enak saja ya, kalau ada yang enggak enak kasihkan ke kucing saja.

Terakhir, mari kita ikutan dan berprestasi. Tetapi kalau memang belum menang bulan ini, itu berarti belum rejeki.

Yang penting inget-inget saja kata Via Vallen, ““.

…..Bulan depan kita bisa ikutan lagi.

Via Vallen
Spread the love

Berkat Obat Mujarab Ini
Ayunda Sukses Raih Medali Emas

Pengin Tahu