0%
Bersabar ya. Jengyuni lagi nyiapin teh, kopi, dan kacang rebus untukmu.

VEGAS PRO

Aplikasi Edit Video Non Liner
Yang Ramah Bagi Pemula

Setelah berhasil melakukan trial and error membuat video untuk pertama kalinya dulu, sebenarnya passion saya untuk membuat video-video lagi semakin besar.

Saya pikir aktifitas ngedit video itu memang mengasikkan, tak kalah dengan blogging. Namun, saya mesti jujur kalau keblinger sejak awal. Pasalnya saya mengawalinya dengan aplikasi yang kurang tepat untuk pemula, yakni Cinema 4D.

Apalagi aplikasi ini sebenarnya bukan murni untuk edit video, tetapi untuk membuat obyek 3D dan film-film animasi.

Kalau sampeyan pernah nonton film Smurf Adventure atau Yogi Bear, nah film-film itu adalah dua dari sekian banyaknya film animasi yang dibuat dengan aplikasi ini.

Well, karena salah jalan sejak awal, maka hasil videonya pun lebih cenderung ke model animasi-animasian begitu, dan tentu saja terlihat mentah.

Tetapi saya paham bahwa itu bagian dari proses pembelajaran. Kadang memang mesti melewati jalan yang salah untuk sampai tujuan. Yang penting tak menyerah dan tetap semangat belajar.

Nah, lepas keblinger dengan Cinema 4D, saya mencoba beberapa aplikasi edit video lain sebagai alternatif.

Dalam dunia editing video, memang ada berbagai jenis apikasi yang bisa dipergunakan, baik yang free maupun premium.

Tentu saja masing-masing mempunyai fitur dan keunggulan tersendiri yang membedakan satu dengan yang lainnya.

Namun, dari berbagai aplikasi edit video yang pernah saya coba, yang paling memenuhi ekspektasi saya sebagai pemula adalah Sony Vegas Pro karena beberapa alasan.

Berbasis Non Linier Editing,
Ramah Bagi Pemula.

Vegas Pro sangat populer di mata para penggiat video editing dan Youtuber. Tak kalah dengan aplikasi semacam Adobe Premier Pro, After effect dan sebagainya.

Versi yang terbaru adalah versi 16 yang dirilis pada Agustus 2018 dengan penambahan beberapa fitur baru.

Walaupun ada signature “pro” (sejak versi 8), aplikasi edit video ini ternyata sangat ramah bagi pemula alias mudah digunakan (user friendly)Inilah yang saya suka.

Basically, aplikasi ini mudah dipergunakan.

Hampir semua fiturnya didesain drag & drop. 

Saya tinggal mengimport file video digital yang sudah tersimpan di hardisk langsung ke dashboard, tanpa menggunakan periperal tambahan (non-linier).

Nah, setelah berada di dashboard, saya bisa langsung melakukan proses kreatif dengan mudah mulai dari cutting, menambahkan effect transisi dan mensisipkan sound.

Begitu pula bila saya ingin melakukan proses coloring, grading video, rendering dan sebagainya.

Yang menarik juga adalah interfacenya (tata letak dashboard). Selain sederhana, dashboardnya juga mudah saya dipahami.

Tool dan fitur-fitur yang disediakan untuk proses editing pun mudah ditemukan karena disajikan dengan model tabbler di sisi kiri dan bawah layar yang customable.

Jadi, pemula seperti saya atau yang baru mengenal aplikasi ini secara teknis tidak butuh waktu lama untuk mempelajari dan menggunakannya.

Tersedia Banyak Effect Video dan Effect Transisi.

Ketika kebutuhan edit video tidak hanya cutting dan rendering, tetapi juga mampu menyajikan hasil editing video yang apik dan menarik, maka Vegas Pro inilah jawabannya.

Saya sendiri terpesona dengan aplikasi ini karena menyediakan begitu banyak effect-efect video dan lebih dari 200 transisi untuk berbagai kebutuhan.

Jangan pikir sulit. Effect-effect yang tersedia Vegas Pro juga mudah digunakan, bahkan tanpa butuh pengetahuan script (coding) seperti After Effect.

Nah, kalau tidak puas dengan efect-efect yang telah disediakan, saya pun bisa menginstal plugins dari pihak ketiga, baik yang free maupun premium.

Timeline Tidak Terbatas.

Saya excited banget Vegas Pro. Bikin video sekreatif apapun sangat memungkinkan sekali dengan aplikasi ini.

Bukan hanya karena menyediakan tool dan effect yang banyak dan mudah dikustomisasi, juga karena aplikasi ini juga mempunyai fitur timeline yang tak terbatas (unlimited).

Artinya, saya bebas menambahkan (insert) video, audio dan image ke dalam timeline. Berapapun jumlah yang saya kehendaki, tanpa batas.

Apalagi Vegas Pro ini support terhadap berbagai jenis file video, audio dan image.

Untuk video dan image, Vegas Pro support berbagai format seperti AAC, AA3, AVI, BMP, MPEG-1, MPEG-2, MPEG-4, WMV dan HEVC. Sedangkan untuk audio, file audio yang support adalah AAC, AIFF, FLAC, LPEC, MP3, OGG, PCA, W64, WAV, WMA

Punya Fitur Video Stabilizer
Kelas Dunia.

Memang susah untuk dihindari kalau pas mengambil video (shot) hasilnya goyang atau shake. Apalagi kalau pakai kamera handphone dan tanpa tripod.

Tapi masalah video shake itu akan teratasi dengan Vegas Pro karena mempunyai fitur Video Stabilizer kelas dunia.

Fitur baru yang hadir pada versi 16 ini menggunakan algoritma canggih, bekerja dari bawah ke atas untuk menstabilkan video sebelum dirender.

Pengalaman saya, dari beberapa aplikasi edit video yang pernah saya coba, fitur stabilizer yang dimiliki Vegas Pro ini yang paling powerfull.

Tool FX Masking Yang Mudah Digunakan.

Vegas Pro juga mempunyai tool FX Masking. Untuk apa tool ini ?

Salah satu fungsi tool FX Masking adalah menghilangkan sebagian atau seluruh obyek dan background video (croping).

Dengan tool ini, memungkinkan kita membuat video bertumpuk yang cantik yang tersusun dari dua atau lebih video yang telah dihilangkan beberapa bagiannya. Sulitkah ?

Tool ini dapat digunakan dengan mudah bahkan oleh pemula. Hanya butuh kesabaran karena mesti menggerakkan dot masking frame by frame.

Coba lihat video berikut. Pada judul dan frame detik 1.06 itulah salah satu kegunaan tool FX Masking pada Vegas Pro.

Berbasis Non Linier Editing,
Ramah Bagi Pemula.

Vegas Pro sangat populer di mata para penggiat video editing dan Youtuber. Tak kalah dengan aplikasi semacam Adobe Premier Pro, After effect dan sebagainya.

Versi yang terbaru adalah versi 16 yang dirilis pada Agustus 2018 dengan penambahan beberapa fitur baru.

Walaupun ada signature “pro” (sejak versi 8), aplikasi edit video ini ternyata sangat ramah bagi pemula alias mudah digunakan (user friendly)Inilah yang saya suka.

Basically, aplikasi ini mudah dipergunakan.

Hampir semua fiturnya didesain drag & drop. 

Saya tinggal mengimport file video digital yang sudah tersimpan di hardisk langsung ke dashboard, tanpa menggunakan periperal tambahan (non-linier).

Nah, setelah berada di dashboard, saya bisa langsung melakukan proses kreatif dengan mudah mulai dari cutting, menambahkan effect transisi dan mensisipkan sound.

Begitu pula bila saya ingin melakukan proses coloring, grading video, rendering dan sebagainya.

Yang menarik juga adalah interfacenya (tata letak dashboard). Selain sederhana, dashboardnya juga mudah saya dipahami.

Tool dan fitur-fitur yang disediakan untuk proses editing pun mudah ditemukan karena disajikan dengan model tabbler di sisi kiri dan bawah layar yang customable.

Jadi, pemula seperti saya atau yang baru mengenal aplikasi ini secara teknis tidak butuh waktu lama untuk mempelajari dan menggunakannya.

Tersedia Banyak Effect Video dan Effect Transisi.

Ketika kebutuhan edit video tidak hanya cutting dan rendering, tetapi juga mampu menyajikan hasil editing video yang apik dan menarik, maka Vegas Pro inilah jawabannya.

Saya sendiri terpesona dengan aplikasi ini karena menyediakan begitu banyak effect-efect video dan lebih dari 200 transisi untuk berbagai kebutuhan.

Jangan pikir sulit. Effect-effect yang tersedia Vegas Pro juga mudah digunakan, bahkan tanpa butuh pengetahuan script (coding) seperti After Effect.

Nah, kalau tidak puas dengan efect-efect yang telah disediakan, saya pun bisa menginstal plugins dari pihak ketiga, baik yang free maupun premium.

Timeline Tidak Terbatas.

Saya excited banget Vegas Pro. Bikin video sekreatif apapun sangat memungkinkan sekali dengan aplikasi ini.

Bukan hanya karena menyediakan tool dan effect yang banyak dan mudah dikustomisasi, juga karena aplikasi ini juga mempunyai fitur timeline yang tak terbatas (unlimited).

Artinya, saya bebas menambahkan (insert) video, audio dan image ke dalam timeline. Berapapun jumlah yang saya kehendaki, tanpa batas.

Apalagi Vegas Pro ini support terhadap berbagai jenis file video, audio dan image.

Untuk video dan image, Vegas Pro support berbagai format seperti AAC, AA3, AVI, BMP, MPEG-1, MPEG-2, MPEG-4, WMV dan HEVC. Sedangkan untuk audio, file audio yang support adalah AAC, AIFF, FLAC, LPEC, MP3, OGG, PCA, W64, WAV, WMA

Punya Fitur Video Stabilizer
Kelas Dunia.

Memang susah untuk dihindari kalau pas mengambil video (shot) hasilnya goyang atau shake. Apalagi kalau pakai kamera handphone dan tanpa tripod.

Tapi masalah video shake itu akan teratasi dengan Vegas Pro karena mempunyai fitur Video Stabilizer kelas dunia.

Fitur baru yang hadir pada versi 16 ini menggunakan algoritma canggih, bekerja dari bawah ke atas untuk menstabilkan video sebelum dirender.

Pengalaman saya, dari beberapa aplikasi edit video yang pernah saya coba, fitur stabilizer yang dimiliki Vegas Pro ini yang paling powerfull.

Tool FX Masking Yang Mudah Digunakan.

Vegas Pro juga mempunyai tool FX Masking. Untuk apa tool ini ?

Salah satu fungsi tool FX Masking adalah menghilangkan sebagian atau seluruh obyek dan background video (croping).

Dengan tool ini, memungkinkan kita membuat video bertumpuk yang cantik yang tersusun dari dua atau lebih video yang telah dihilangkan beberapa bagiannya. Sulitkah ?

Tool ini dapat digunakan dengan mudah bahkan oleh pemula. Hanya butuh kesabaran karena mesti menggerakkan dot masking frame by frame.

Coba lihat video berikut. Pada judul dan frame detik 1.06 itulah salah satu kegunaan tool FX Masking pada Vegas Pro.

Fitur Motion Track
Untuk Obyek Bergerak

Ini fitur baru pada Vegas Pro versi 16. Apa itu Motion Tracking ?

Motion Tracking secara terminologi adalah fitur yang mampu mendeskripsikan proses dari perekaman gerakan menjadi model digital.

Secara aplikatif dalam Vegas Pro, fitur ini memungkinkan saya membuat obyek tertentu (gambar, text atau video) bergerak mengikuti video utama yang dijadikan pedoman (check poin).

Beberapa iklan yang kita saksikan di TV juga banyak yang menggunakan fitur ini walaupun menggunakan aplikasi yang berbeda. Sulitkah ?

Ternyata mudah. Fitur unik ini bisa dijalankan hanya melalui beberapa tahap saja.

Merender Dalam Berbagai
Format Video.

Tak kalah dengan aplikasi edit video premium pada umumnya, vegas Pro ini juga mendukungan pengeditan video dalam lingkup kerja virtual 2D maupun 3D serta support terhadap pengeditan multikamera.

Nah, hasil pengeditan ini dapat dirender kedalam video dengan berbagai format ekstensi yang kita kehendaki.

Bahkan Vegas Pro ini mampu merender video resolusi tinggi hingga 4K dengan format High Dynamic Range (HDR).

Keren, kan ? Maka tidak heran kalau para Youtuber banyak yang suka dengan aplikasi ini.

aplikasi edit video

Tidak Membutuhkan
Spesifikasi Laptop Yang Tinggi.

Hal yang membuat saya suka menggunakan aplikasi edit video ini adalah tidak mensyaratkan spesifikasi laptop yang tinggi, walaupun semakin tinggi spesifikasi laptop yang digunakan akan semakin baik.

Hanya saja untuk versi terbaru (versi 16), hanya bisa running pada Windows 64 bit.

Tetapi seperti sekarang jarang deh orang pakai Widows 32 bit. Bener gak sih ?

Nah, begini spesifikasi yang dibutuhkan kalau ingin menggunakan aplikasi ini, terutama versi 16.

Operating system

Microsoft® Windows 7 (64-bit), Windows 8 (64-bit) or Windows 10 (64-bit)

Processor

2.5 GHz 4-core processor (3 Ghz and 8 cores recommended for 4K)

RAM

8 GB RAM minimum (16 GB recommended; 32 GB recommended for 4K)

Hard drive space

1.5 GB hard-disk space for program installation; Solid-state disk (SSD) or high-speed multi-disk RAID for 4K media

Graphics card

Supported NVIDIA®: For hardware rendering (NVEnc), GeForce 9XX series or higher with 4 GB; AMD/ATI®: Radeon with 4 GB and VCE 3.0 or higher (Radeon Pro series with 8 GB for HDR and 32 bit projects) or Intel®: GPU HD Graphics 530 series or higher

Fitur-Fitur Lain Yang
Memesona.

Fitur-fitur yang saya sebutkan di atas adalah fitur-fitur unggulan Vegas Pro yang saya coba. Namun, selain fitur-fitur tersebut Vegas Pro juga mempunyai fitur-fitur unik dan menarik lainnya yang membikin semakin mudah dan kreatif bagi penggunanya.

Sebut saja seperti Hardware acceleration yakni akselerasi otomatis atas GPU (Graphic Processor Unit) yang dipergunakan terhadap performa komputer saat mengedit hingga rendering video.

Ada pula fitur Picture-in-Picture yang memungkinkan pengguna menambahkan objek lain dalam video utama.

Yang tak bisa dianggap remeh adalah fitur pengolahan audio yang dimilikinya.

Fitur pengolah audio multitrack yang dimiliki Vegas Pro ini paling ciamik diantara aplikasi-aplikasi yang lain. Sampai saat ini belum ada yang menandinginya.

Namun yang perlu dicatat, bahwa semua tool dan fitur-fitur yang disajikan Vegas Pro ini mudah dikustomisasi sesuai dengan keinginan serta mudah digunakan untuk para pemula.

Bagaimana, apakah kamu juga tertarik menggunakan aplikasi edit video keren ini ?

Kalau kamu masih membutuhkan informasi lain terkait aplikasi ini, kamu bisa mengunjungi review bukalapak sekalian berbelanja, tuh.

Saya lihat Vegas Pro original versi 16 yang baru ini sudah bisa dibeli lewat bukalapak.

Harganya memang masih mantep, tetapi percayalah kamu tak akan kecewa dengan hasil video yng kamu buat nantinya.

Tetapi, kalau ingin mecoba dulu aplikasi ini sebelum membeli versi originalnya, kamu bisa juga tuh download versi trialnya langsung dari website resmi vegas creatif sotware.    

Tool dan Fitur

Mudah Digunakan (User Friendly)

Harga

Beberapa gambar dan spesifikasi – Official website Magix Vegas Pro www.vegascreativesoftware.com
Spread the love