preloder
lulus SMA

Si Kecil, Ayunda, bertanya. “Ma, itu kok om dan tante baju dan rambut dicat. Lagi ikut lomba mewarnai ya. Ayunda ikut daftarin dong?”

Aku bilang mereka bukan lagi mau ikut lomba mewarnai. Mereka lagi seneng karena lulus ujian sekolah. “Oh, kalau gitu boleh gak nanti kalau Ayunda lulus TK boleh dicat seperti itu ,ma” jawab Si Kecil.

Sampai di sini saya sudah berfikir dan hati-hati memberikan penjelasan kepada Si Kecil. Tidak mungkin saya memberikan penjelasan yang belum bisa dipahami oleh nalarnya. Tetapi, saya juga tidak mau memberikan penjelasan yang salah. Karena akan selalu diingat dan bisa menjadi bumerang baginya kelak.

Mustahil saya jawab, mereka itu orang yang paling bahagia di dunia karena telah sukses menaklukan rumitnya produk sistem pendidikan nasional yang belum berbasis pada kompetensi sesungguhnya dengan kurikulum dasar yang meliuk-liuk dan diperdebatkan oleh banyak orang.

Tidak mungkin juga saya jawab bahwa mereka itu orang-orang yang berhasil mengerjakan soal-soal mata pelajaran yang sesungguhnya tidak semua orang bisa mengerjakannya. Bahkan andai Menteri Pendidikan Nasionalnya sendiri ikut serta dalam ujian tersebut juga belum tentu bisa mengerjakannya.

Mustahil juga saya menjelaskan bahwa mereka itu adalah anak-anak sholeh dan sholehah yang bisa membalas budi kedua orang tuanya karena berhasil menukar puluhan juta dengan selembar kertas bertuliskan “ijazah”.

Atau, mereka itu orang-orang yang sukses mengakhiri dunia abu-abu dan masuk ke dunia nyata. Karena tidak semua dari mereka bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan harus menghentikan mimpinya untuk terus belajar menggantikannya dengan bekerja.

Tahukah anda jawaban apa yang saya berikan kepada Si Kecil agar tidak kecewa ?

“Kalau pakaian dicat warna-warni maka setelah itu tidak bisa dipakai lagi dan harus dibuang. Sayang sekali karena belinya mahal. Nah, kalau kulit dan rambut dicat, juga susah dibersihkan, dong. Kulitnya Adek kan sudah cantik”. 

Menurut anda, apakah jawaban saya sudah benar dan sesuai dengan pemahaman Si Kecil yang masih duduk di TK ?