preloder
Ayunda Berjilbab

 

Tiada kata yang dapat mewakili kebahagiaan ini, saudara. Selain memanjatkan Puji syukur, Alkhamdulillah bahwasannya apa yang terjadi itu berkat rahmat-Nya semata. Ayunda yang masih duduk di TK Nol besar akhirnya telah mengkatamkan Al-qur’an pada hari minggu malam senin (12/4).

Bagi sebagian orang ini mungkin menjadi hal yang biasa saja. Akan tetapi tidak bagi saya dan keluarga. Kenapa demikian ? Karena pada saat saya seumuran Ayunda tidak menemui pengalaman seperti ini. Bahkan belum bisa mengkhatamkan Al-qur’an saat itu.

“Pa, adek udah khatam Al-Qur’an”  kata Ayunda. Disamping Papanya yang masih bergelut dengan komputer.

“Selamat ya sayang, minta hadiah apa, sayang” tanya papanya yang mencoba menyenangkan hati.

“Entar dibeliin crayon sama buku gambar aja ya, Pa” Katanya manja. Permintaan yang begitu sederhana yang membuat saya bangga.

“Adek boleh telpon utik ya, pa?” sambung Ayunda. Dibantu mamanya Ayunda pun meraih gagang telpon dan mulai cerita ini dan itu kepada utiknya yang ada di Brebes.

Terdengar permintaan, bahwa Ayunda ingin utiknya ke Jogya saat wisudanya nanti, karena ingin utiknya mendampingi penerimaan pialanya  Oh, sekali lagi sebuah permintaan yang sederhana.

“Yeee….benar ya utik, nanti mbak meilin di ajak.” Rayu Ayunda lagi. Meilin adalah putri paling buncit dari kakak istri. Dan Ayunda memang sayang sama Meilin.

Mama dan papa sangat bangga padamu, Cah Ayu. Semoga kelak engkau menjadi anak yang Sholehah, tetap dalam jalan Iman dan Islam, berhasil kehidupanmu, selalu di Ridloi Allah dan Selamat dalam kehidupuan dunia-akhiratmu. Amien.

Kebahagiaan orang tua itu Sederhana, Bila anak berhasil dalam hidupnya. Patuh dan Taat, serta tidak memaksakan diri diluar kemampuan orang tuannya.