preloder

3 CERITA SERU SAAT CINTA PERTAMAKU

Hampir semua orang pernah merasakan cinta pertama (First Love). Itu adalah pengalaman yang indah dan menakjubkan. Untuk pertama kalinya hati seperti penuh dengan bunga asmara, kadang tersiksa karena merindu, mungkin uring-uringan juga bahagia yang datang dengan tiba-tiba.

Konon untuk merasakan indahnya cinta pertama, seseorang mesti jatuh cinta berkali-kali terlebih dahulu. Ah, itu mah pendapat para pemain cinta ala ADA Band yang mencoba mengkriminalisasi cinta pertama dan memaksanya masuk ke ranah teori perbandingan. Tidak melulu seperti itulah. Saya mempunyai pengalaman empiris tentang itu.

Hingga mempunyai dua anak, saya tidak pernah merasakan cinta kedua, ketiga dan seterusnya. Itu artinya kata cinta yang diucapkan oleh mantan pacar, yang sekarang menjadi bapaknya anak-anak, 19 tahun lalu adalah yang pertama dan sekaligus Insya Allah yang terakhir bagiku.

“Tetapi saya tidak mau dikatakan agresif dengan mengatakan isi hati ini terlebih dahulu padanya.” Dulu, entah apa yang membuat aku jatuh cinta padanya. Hanya saja hatiku berdesir kencang ketika bertemu dengannya.

Dia adalah aktifis kampus yang lebih populer dengan sebutan selibriti kampus saat itu. Penampilannya apa adanya bahkan cenderung dekil. Baju kesukaannya adalah baju Sorjan berwana coklat (baju Jawa) dengan kaos hitam dan celana jean yang sobek-dobek di lututnya. Saya masih ingat itu.

Jujur, saya yang jatuh cinta duluan dengannya. Tetapi saya tidak mau dikatakan agresif dengan mengatakan isi hati ini terlebih dahulu. Rasa-rasanya malu dengan statusku sebagai perempuan.

Akhirnya mau gak mau jadinya hanya curi-curi pandang, kasih senyuman paling manis kalau ketemu, titip salam lewat teman sekostnya dan bawain oleh-oleh kalau pas pulang kampung, itu saja. Singkat cerita, dialah yang mengatakan cinta dulu…he..he..he…dan aku menang !

Kisah cinta pertamaku sangat mengasikkan. Saya menikmatinya karena banyak kenangan indah terjadi di dalamnya. Ada 3 hal seru dan membekas dihati sebelum dia melamarku pada tahun 2001 dan menikahiku setahun kemudian.

CIUMAN PERTAMA YANG BIKIN PUSING
Dibawah Pohon Cemara. Ini bukan sebuah judul lagu. Ini adalah fakta. Hari itu dia memaksa mengantarku pulang sehabis kumpul-kumpul di UKM Kesenian. Dia mengajak jalan kaki melewati kampus. Padahal untuk sampai di kostku lumayan jauh, sekitar 4 km. Tumben Pikirku.

Ketika melewati Fakultas Ekonomi, dia ngajak berhenti dan duduk di sebuah bangku yang berada tepat di bawah pohon cemara. Saat itu habis magrib. Suasana agak gelap. Hanya cahaya rembulan yang menerangi melewati ranting-ranting cemara.

Tiba-tiba dia memegang tanganku dan bilang “Yun, Aku sebenarnya menaruh hati padamu. Maukah engkau menerima cintaku ?”. Oh, tak terpikirkan olehku kalau dia menembakku. Sumpah saya terkejut. Tetapi karena saya mempunyai perasaan yang sama, saya pun langsung mengiyakan.

Setelah itu, (maaf) sekoyong-koyong dia memelukku dan menciumku. Saya terkejut tetapi tubuh sudah dalam dekapannya. Saya seperti terhipnotis. Aku merasa aneh dan rasa-rasanya mau menangis. Itu adalah pertama kalinya saya dicium oleh laki-laki.

Sepanjang jalan menuju tempat kost, aku terdiam dan masih tak percaya apa yang barusan terjadi. Walaupun demikian aku biarkan tanganku digenggamnya. Malam itu saya tidak bisa tidur. Saya merasa seperti ternoda dan menangis di kamar. Ah, itu terjadi pada tanggal 26 Agustus 1996.

Dua hari setelah kejadian tersebut, dia bilang kepalanya pusing setelah mencium bibirku malam itu. Whaattt!!! Kok bisa ya, apa memang begitu, pikirku. Usut punya usut (mungkin) gara-gara saya memakai lipstik hadiah dari tetangga yang baru pulang haji. Sampai tulisan ini saya posting, dia belum tahu penyebabnya he..he..he….

“DITANGKAP” SATPAM KAMPUS
Seminggu setelah kisah ciuman dibawah pohon cemara, saya dan dia mendadak menjadi pembicaraan di kampus Sospol. Penyebabnya adalah kami dituduh melanggar aturan rektorat yang melarang pacaran di sekitar gedung perpustakaan. Alamak….

Saya akui, suatu ketika kami “ditangkap” pak satpam dan digiring ke ruang satpam. Kami diintrogasi hanya karena duduk-duduk di tangga teras gedung perpustakaan sambil diskusi kecil. Padahal tempatnya terang dan ada beberapa mahasiswa yang berseliweran.

Kejadian itu terjadi pada malam rabu, habis Isyak. Bueh, Sumpah kami tidak ngapa-ngapain hanya duduk-duduk saja. Memang agak mepet, sih. Namanya juga lagi seminggu jadian. Lagi seneng-senengnya gitu.

Jujur, ini pengalaman yang sangat memalukan. Kami harus mengambil kartu mahasiswa yang disita pak satpam langsung kepada dekan Fak Sospol. Apalagi pakai ditanya-tanya penyebabnya segala.
Kami patut bersyukur karena tidak mengakibatkan sanksi akademis apapun. Ampun deh… Huh…

KELAPARAN, HUTANG NASI BUNGKUS
Yah, namanya juga mahasiswa yang masih ngandalin uang kiriman dari orang tua, jadi kantong selalu bokek.

Nah, suatu ketika uang kiriman itu terlambat. Entah karena apa. Mau ngutang teman sekost juga keadaannya gak jauh beda. Sungguh menyedihkan karena saya harus menahan lapar.

Selama tiga hari saya makan seadanya. Terkadang seharian hanya makan buah kenitu yang tumbuh di depan kamar kost. Kadang hanya terisi sarimi dan air putih. Tubuh sampai lemes.

Nampaknya dia mengerti keadaanku. Karena sama-sama gak punya uang, maka sambil menunggu kiriman duit datang, dia bela-belain hutang nasi bungkus di warung depan kostnya dan diantarkan ke kostku dengan jalan kaki. Padahal jarak kost dia ke ke kostku sejauh 4 km.

Dalam ingatan saya, kejadian telatnya kiriman duit yang membuat kelaparan terjadi beberapa kali hingga kami diwisuda dan jadi tukang sarjana. Mungkin inilah yang disebut pengorbanan cinta, he..he..he…kami sama-sama menyadari kondisi itu.

Tetapi Jodoh memang gak bakal ketukar. Apa yang telah saya alami adalah bagian dari perjalanan cinta pertama saya. Masih terasa hangat dan indah hingga saat ini. Bahkan seperti baru terjadi kemarin-kemarin padahal sudah 19 tahun kisah itu terjadi. Alkhamdulillah.
paper torn

Jengyuni.com adalah personal website yang dibangun dari “ketidaktahuan” dan “keterlambatan” memasuki dunia digital. Di saat orang-orang sudah membuat startup yang menghasilan dollar bertumpuk-tumpuk,
jengyuni masih asik soscmed-an dan malah hanya membaca keberhasilan orang lain di portal-portal berita
melalui layar smartphone yang besarnya tak lebih dari 5 inc.