preloder

Ilustrasi

 

Bermain sosial media memang mengasikan. Selain bisa mengabarkan aktifitas yang baru saja dilakukan, juga tempat yang bebas untuk narsis. Sebuah data tahun 2013 menyebutkan bahwa upload foto di facebook per hari bisa mencapai 350 juta. Snapchat yang penggunanya kebayakan emakemak mencapai 400 juta per harinya.

 

Berbagi situasi dan momen di socmed sepertinya telah menjadi gaya hidup yang populer dari kota hingga pelosok desa, tua dan muda. Beberapa momen foto yang paling sering dijumpai di socmed adalah saat sedang makan di restauran dan cafe, leyeh-leyeh dihotel, di bandara dengan background pesawat terbang, tempat-tempat hiburan dan papan nama tempat tertentu di luar negeri.

 

Tidak jarang pula pengguna socmed mengupload foto diri dengan barang-barang mewah dan perabotan yang dimilikinya seperti sudut rumah yang indah, saat memegang iphone dan yang paling sering adalah berpose dengan mobil yang dimilikinya. 3 (tiga) alasan kenapa orang suka upload foto diri dengan mobilnya :

 

A. Karena Memang Punya Mobil laughing

Sah-sah saja berpose jungkir balik atau malah sambil nungging di samping atau didalam mobil yang dimilikinya, karena memang punya. Orang  memang butuh “pengakuan” dari lingkungan sekitar, kan?Dengan foto yang diupload orang mungkin akan serta merta mengakui kekayaan, kesuksesan dan keberhasilan kehidupannya. “Eh, Si anu sudah sukses ya, mobilnya saja Toyota Fortuner, loh.” kata seseorang yang melihatnya lalu orang-orang disampingya tepuk tangan. Plak…plak….lak…..  thumbs up.

B. Biar Dikira Punya Mobil I don't want to see
Cuek aja. Gak ada yang tahu kok kalau mobil yang dijadikan background foto adalah mobil orang lain. Begitu diupload ke socmed orang-orang mengira kalau mobil itu miliknya. Namanya juga narsis mana peduli itu mobil orang lain yang penting bisa buat foto-foto keren di mobil yang keren. Siapa tahu akan ketularan punya mobil, kan? Masih mendinglah yang beginian.

C. Riya’ alias Pamer
Wah kalau yang ini parah deh karena niat ingsunnya sudah pamer bin riya’ alias pengin pujian dan berharap mendapat segepok like. Oh my god. Banyak yang seperti ini, iya kan? 8 dari 10 orang bila upload foto di socmed akan berujung poin C ini. Diakui atau tidak niatan awalnya pasti dibumbui riya’. Ingin Pamer, ini loh aku punya mobil keren kamu punya, gak? Seperti itu, seperti itu, seperti itu…kata Bu Syahrini.

Sampeyan masuk kategori yang mana?

“Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil. Para shahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah apa yang dimaksud dengan syirik kecil itu? Beliau menjawab, ‘Riya.’ Pada hari kiamat ketika Allah member balasan manusia atas amalan mereka, Allah berfirman, ‘Pergilah kalian kepada orang yang dulu kalian riya’ kepada mereka, apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka atas amalan-amalan kalian tersebut?” (HR. Ahmad, no. 24350)

Catatan : Foto adalah adalah ilustrasi tidak ada hubungannya dengan isi tulisan.


paper torn

Jengyuni.com adalah personal website yang dibangun dari “ketidaktahuan” dan “keterlambatan” memasuki dunia digital. Di saat orang-orang sudah membuat startup yang menghasilan dollar bertumpuk-tumpuk,
jengyuni masih asik soscmed-an dan malah hanya membaca keberhasilan orang lain di portal-portal berita
melalui layar smartphone yang besarnya tak lebih dari 5 inc.