preloder

Sampeyan obesitas? Hati-hati, obesitas adalah ‘bahaya laten’ yang menjadi sumber munculnya berbagai macam penyakit berbahaya ditubuh kita. Who menyebut bahwa obesitas memberikan kontribusi 10.03% kematian dunia atau peringkat kelima secara global.

Apa Itu Obesitas ?

Bicara tentang obesitas, ujungnya seringkali ‘mengkambinghitamkan’ lemak tubuh. Padahal lemak sangat dibutuhkan oleh tubuh, lho. Selain untuk mempertahankan suhu, menyerap vitamin A, D, E, K juga menjadi bantalan sendi-sendi dan organ. Lalu apa salah lemak tubuh kita ?

Betul. Dalam proposi yang ideal lemak tubuh memang berguna, tetapi kalau tubuh sudah mengumpulkan begitu banyak lemak maka mengakibatkan efek negatif bagi tubuh. Inilah yang disebut Obesitas.

Apa Beda Obesitas Dengan Kelebihan Berat Badan (Overweight) ?
Masih ada kerancuan pemahaman di masyarakat bahwa obesitas sama dengan kelebihan berat badan (Overweight). Orang sering menyebut “obes” kepada seseorang yang tampak gemuk. Padahal, jika indeks massa tubuhnya diukur, belum tentu masuk kategori obesitas, tapi bisa jadi overweight. Kalau begitu, dimana perbedaannya?

Seseorang disebut obesitas bila berat badannya adalah minimal 20 % lebih tinggi dari yang seharusnya. Gampangnaya, lemak menumpuk ditubuh secara berlebih, sehingga berat badan jauh di atas normal. Sedangkan,  disebut kelebihan berat badan jika seseorang mempunyai Body Mass Index (BMI) adalah antara 25 dan 29,9 tetapi tidak jauh melampaui berat badan normal.

Dalam kondisi tertentu bila seseorang mengalami kelebihan berat badan tetapi tidak segera mengontrolnya, maka ini menjadi pintu masuk ke arah obesitas.

Apa Penyebab Obesitas?
Obesitas terjadi melibatkan banyak faktor akan tetapi mayornya ditentukan faktor-faktor sebagai berikut:

Gaya Hidup (Life Style)
Obesitas 90% ditentukan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya diistilahkan dengan Sedentary Lifestyle (gaya hidup tanpa banyak bergerak).

Coba dilogika saja, bagaimana timbunan lemak dan kelebihan energi bisa terbakar kalau tanpa diimbangi dengan aktifitas yang cukup sedangkan asupan makanan melebihi kebutuhan tubuh itu sendiri, ya kan?

Genetika (Genetic)
Faktor genetika juga memberi andil terjadinya obesitas. Jika anggota keluarga ada yang memiliki riwayat obesitas, maka seseorang juga memiliki risiko tinggi menderita obesitas pula, dibandingkan yang tidak.

Akan tetapi, faktor ini sangat erat hubungannya dengan faktor gaya hidup yang kurang sehat,

Beberapa hal lain yang turut berperan dalam obesitas adalah konsumsi obat-obatan tertentu –seperti obat depresi– dan faktor usia. Saat usia Anda bertambah, maka kinerja sistem metabolisme Anda akan menurun. Hal ini menyebabkan lemak menjadi lebih cepat tersimpan sehingga tubuh akan membesar.

Nah, kalau tidak mau tubuh sampeyan melar karena obesitas, cobalah mengendalikan faktor penyebabnya terutama yang fak pertama yakni Gaya Hidup. Mulailah gaya hidup sehat dari sekarang.

 

Paling Cantik dan Fashionable
Sedunia !

Cari Tahu di sini !

Smartphone Idaman 2018

Pin It on Pinterest